HPP Rendah, Petani Enggan Jual Hasil Panen Ke Bulog

TANJUNG REDEB – Belum mampunya Badan Urusan Logistik (Bulog) menyerap hasil pertanian yang ada di Kabupaten Berau sampai saat ini masih terjadi. Hal itu terjadi lantaran rendahnya Harga Pembelian Pemerintah (HPP) kepada sejumlah komoditi lokal seperti kedelai dan beras.

Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan, Ilyas Natsir melalui Kasi Peningkatan Produksi Padi dan Palawija, Muhammad Saleh membenarkan, jika mayoritas petani Berau enggan menjual hasil panen mereka ke Bulog karena harga yang ditawarkan masih teramat rendah.

Ia mencontohkan, harga gabah yang sudah menjadi beras HPP-nya hanya berkisar sekitar Rp7.600 saja. Sementara harga beras dipasaran dijual petani dengan harga Rp10.000. Logikanya, jika petani menjual hasil panennya ke Bulog maka sudah dipastikan petani bakal merugi.

Begitu pula untuk kedelai, HPP-nya juga masih di bawah harga pasaran, yakni berkisar Rp7000. Padahal harga pasaran sekarang mencapai Rp8000. Dengan kondisi HPP tersebut, dikatakannya jelas membuat petani lebih mengandalkan tengkulak.

"Alasan utamanya itu, HPP yang ditetapkan pemerintah masih di bawah harga pasaran. Apalagi kan petani juga ingin untung," ungkapnya saat dihubungi beraunews.com, Rabu (24/8/2016).

BACA JUGA : Bulog Akui Tak Bisa Beli Beras Petani Lokal

Kendati demikian, rendahnya HPP tersebut tidak semua terjadi melanda tanaman komoditas lain. Disampaikannya, pihaknya mendapatkan kabar saat ini untuk tanaman jagung HPP ditetapkan Rp3.200 per kilogram. Hanya lanjut Saleh, terkait HPP tersebut pihaknya belum mengetahui secara pasti. Apalagi dari Bulog sendiri juga belum melakukan komunikasi terkait hal tersebut.

"Saya sempat dapat beritanya, HPP Jagung ditetapkan Rp3.200. Tapi sepertinya di Berau belum ada realisasi," ujarnya.

Meski begitu, dengan ditetapkannya HPP Jagung tersebut, diharapkannya pihak Bulog dapat menyerap hasil panen petani, khusnya di sektor jagung. Terlebih harga Rp3.200 tersebut dinilainya sudah cukup tinggi.

"Dengan harga Rp3.200 jelas petani akan lebih bersemangat untuk mengembangkan pertanian khususnya jagung. Kita tentu berharap ini dapat cepat diserap Bulog," tutupnya.(hir)