Toko Buku Sepi, Rendahnya Minat Baca Atau Pola Konsumtif?

TANJUNG REDEB – Minat baca warga Kabupaten Berau ternyata masih terbilang rendah. Itu tercermin dari beberapa toko buku yang sepi pengunjung selama ini. Padahal, saat ini telah memasuki tahun ajaran baru 2016-2017.

Sales Superintendent Toko Buku Gramedia Cabang Berau, Nasir menilai, minat baca masyarakat yang rendah itu bisa terlihat dari jumlah pengunjung yang datang di setiap toko buku. Seperti di toko buku yang dikelolanya, sejak dibuka pada Mei 2016 lalu, pengunjungnya kebanyakkan dari kalangan pelajar yang sedang mencari buku untuk tugas sekolah.

“Kalau dilihat sih, untuk minat baca disini masih kurang. Khususnya dari kalangan pelajar, sebab kebanyakkan mereka baru kesini kalau ada tugas dari guru,” ungkapnya, Selasa (9/8/2016).

Bahkan, omzet penjualan yang dibukukan pihaknya setiap hari, ditambahkan Nasir, saat ini baru berkisar Rp3-4 juta per hari. Jumlah ini jauh berbeda, jika dibandingkan dengan omzet penjualan di toko buku Gramedia lainnya seperti di Balikpapan yang mencapai Rp60 juta per hari dengan buku terbanyak terjual, yakni bacaan anak dengan kisaran harga antara Rp17 ribu hingga Rp300 ribu.

“Kemarin, kami sempat membagikan voucher diskon sebesar 10 persen, tapi belum ada yang tukar sampai sekarang ini,” tambahnya.

Pihaknya juga akan kembali melihat perkembangan minat baca hingga akhir Oktober 2016 mendatang. Dikatakan Nasir, saat ini pihaknya juga terus berusaha dengan menjalin kerja sama dengan beberapa sekolah menengah atas seperti SMAN 6 Berau, Kecamatan Teluk Bayur.

“Tiga bulan ini, kami melihat perkembangan dulu. Kalau tetap sepi, kami tutup,” katanya.

Sementara itu, Kepala Kantor Perpustakaan Umum Berau, Rabiatul Islamiah menegaskan, minat baca masyarakat di Berau masih terbilang tinggi dibandingkan dengan kabupaten/kota lainnya di Provinsi Kaltim. Bahkan, dari tahun ke tahun terjadi peningkatan yang cukup signifikan.

Hal ini terlihat, dari jumlah pengunjung yang ada tercatat berkunjung ke kantor Perpustakaan Umum dari bulan Januari hingga Februari 2016 lalu telah mencapai angka 2.000 pengunjung. Belum lagi yang berkunjung ke taman baca dan perpustakaan kampung.

Namun, menurut Rabiatul, rendahnya jumlah pengunjung toko buku bukan karena minat baca yang rendah, tapi pola konsumtif warga Berau untuk membeli buku yang memang masih terbilang rendah,

“Hanya pola konsumtif beli buku di Berau yang masih kurang,” pungkasnya.(sai)