Produksi Terasi Lokal, Bakal Dicarikan Investor

BATU PUTIH – Bupati Berau, Muharram menyiapkan sejumlah program pengembangan bagi Kecamatan Batu Putih yang kaya dengan potensi alam dan ekonomi. Hal itu disampaikannya saat melanjutkan safari halal bi halal Bupati dan rombongan ke Kecamatan Batu Putih, Selasa (26/7/2016). Halal bi halal yang dimulai pukul 08.30 Wita di pandopo kecamatan itu, dihadiri unsur Muspika Kecamatan, seluruh pemerintah kampung yang ada di wilayah Batu Putih dan warga sekitar.

Kegiatan yang berlangsung kurang lebih sekitar tiga jam itu berlangsung santai, dan penuh kekeluargaan. Membuka halal bi halal Camat Batu Putih, Saharuddin melaporkan sejumlah hal termasuk menyampaikan sejumlah potensi alam yang dapat dimanfaatkan masyarakatnya, yakni produksi terasi yang mana produksinya sampai menghasilkan puluhan ton per bulan. Namun belum adanya pasaran di Kabupaten Berau, membuat pengrajin terasi menjual hasil produksinya ke pengusaha-pengusaha yang berada di Lombok.

“Masyarakat berharap, pemerintah dapat membuat terobosan agar pengrajin terasi tidak lagi menjual hasil terasi mereka ke luar daerah, tetapi bisa memasarkan hasil produksi terasi mereka di dalam daerah,” bebernya.

Sementara itu, Bupati Berau, Muharram dalam sambutannya sebelum menanggapi persoalan yang disampaikan Camat, penting bagi dirinya untuk meminta agar masyarakat Batu Putih selalu menjaga persatuan dan selalu mendukung Pemkab dalam memajukan pembangunan daerah. Tak bosan dirinya juga mengimbau agar setelah pilkada, masyarakat tidak lagi terpecah belah dan saatnya kembali bersatu. Disamping itu, mengingat suasana halal bi halal yang masih dalam nuansa idul fitri dirinya pun mengajak untuk sama-sama saling memaafkan

“Marilah kita sama-sama saling memaafkan, dan bahu-membahu membangun Kabupaten Berau menjadi lebih baik,” ujarnya.

Bupati juga menyampaikan banyak hal, mulai dari rencana program kerja ke depan hingga berbagai kendala yang banyak terjadi di wilayah kecamatan. Menanggapi apa yang sudah disampaikan Camat, dirinya mengakui Batu Putih memiliki sejumlah potensi, salah satunya produksi terasi yang begitu luar biasa. Apalagi produksi terasi tersebut sampai ditampung pengusaha luar daerah dalam jumlah besar.

Tetapi, dengan hasil tersebut, dirinya menyayangkan jika daerah lain yang mendapatkan manfaat lebih besar ketimbang Berau. Untuk itu, pihaknya akan mencoba memikirkan cara guna membuat terobosan dengan melakukan kerja sama dengan pengusaha-pengusaha agar produksi terasi tidak lagi dijual ke luar daerah.

“Jadi Kabupaten Berau yang jadi pusat pemasaran, bukan lagi Lombok. Ini yang akan kita pikirkan bersama-sama, kita juga akan undang dan adakan pertemuan dengan para investor untuk saling bersinergi,” tutupnya.(hir)