Setelah Sekolah, Giliran Toko “Diserang”

 

TANJUNG REDEB – Seleksi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) telah usai sejak 14 Juli kemarin. Tiap sekolah telah mengeluarkan pengumaman penerimaan peserta didik baru tahun ajaran 2016-2017. Setelah “menyerang” sekolah, kini giliran toko-toko perlengkapan atribut sekolah yang diserbu. Mulai dari toko alat tulis hingga toko seragam.

Pantauan beraunews.com disejumlah toko yang menjual perlengkapan sekolah, hampir semuanya dipadati pengunjung, seperti toko baju, toko buku hingga penjual kaos kaki di pinggir jalan. Contohnya Marni, warga Kecamatan Sambaliung, bersama anaknya sibuk menjajaki toko yang menjual perlengkapan sekolah.

“Saya sudah mendatangi beberapa toko untuk membeli baju seragam dan kemudian lanjut ke toko buku untuk membeli perlengkapan alat tulis, mulai dari buku dan sebagainya. Kebetulan anak saya baru mau masuk sekolah SD tahun ini, jadi semuanya harus baru,” katanya saat ditemui beraunews.com saat berbelanja di salah satu toko buku yang ada di Jalan Panglima Batur, Jumat (15/7/2016) malam.

Banyaknya konsumen yang membutuhkan perlengkapan sekolah tak membuat semua toko yang menjual perlengkapan sekolah kebanjiran rezeki. Seperti diungkapkan Suryani, salah seorang pemilik toko di Jalan SM. Aminuddin yang menjual baju seragam sekolah. Menurutnya, tak ada peningkatan omzet penjualan dimomen penerimaan siswa baru tahun ini.

“Omzet penjualan baju seragam masih lesu bila dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Tak ada peningkatan, masih normal-normal saja. Kami juga tidak ada memesan baju seragam baru untuk dijual, semuanya masih yang dulu,” keluhnya.

Ada pun penyebab lesunya penjualan baju seragam sekolah ini, dikatakan Suryani, lantaran beberapa sekolah sudah menyiapkan seragam sekolah untuk penerimaan siswa baru. Selain itu, seragam ditiap sekolah juga telah menggunakan motif yang berbeda.

“Selain disebabkan beberapa sekolah sudah menyiapkan seragam sekolah untuk siswa baru, faktor lainnya bisa saja lantaran seragam sekolah saat ini memiliki motif berbeda dari masing-masing sekolah,” tandasnya.(ea)