Mudahkan Pembayaran Iuran, BNI Luncurkan Produk Khusus Untuk Peserta JKN-KIS

 

TANJUNG REDEB – PT Bank Negara Indonesia (BNI) (Persero) Tbk menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan BPJS Kesehatan. Kerja sama ini dalam rangka memberikan fasilitas bagi para peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

Ditemui beraunews.com diruang kerjanya, Pimpinan BNI Cabang Tanjung Redeb, Sulaiman membenarkan hal itu. Dikatakannya, melalui penandatanganan MoU tersebut, maka para pemilik JKN-KIS, kini sudah bisa melakukan pembayaran iuran BPJS Kesehatan secara auto debet (transaksi debit otomatis, dimana saldo nasabah akan berkurang sesuai dengan pengaturan tanggal yang telah ditetapkan sebelumnya) dari tabungan BNI. Artinya, pemilik JKN-KIS tidak perlu lagi melakukan antrean hanya untuk pembayaran iuran BPJS Kesehatan.

"Dalam rangka mengimplementasikan MoU antara BNI dan BPJS Kesehatan itu, BNI meluncurkan produk khusus bernama Tabungan Sehat, yang peruntukannya khusus untuk para peserta JKN-KIS. Jadi tidak perlu repot-repot antre membayar iuran, tapi bisa dilakukan secara auto debet. Kita berharap, seluruh peserta JKN-KIS bisa memanfaatkan fasilitas ini untuk kemudahan dalam rangka pembayaran iuran," jelasnya.

Untuk membuka Tabukan Sehat, dikatakan Sulaiman, peserta JKN-KIS tidak harus datang ke Kantor Cabang BNI, melainkan cukup melalui agen-agen 46 yang bekerjasama dengan BNI. Untuk diketahui, saat ini di Berau, terdapat kurang lebih 200 agen 46, dan akan terus ditingkatkan.

“Setiap kampung dan setiap titik-titik strategis, kita akan buka dan berikan kesempatan seluas-luasnya kepada masyarakat untuk bekerjasama menjadi agen 46. Dimana, syarat utama untuk menjadi agen, tentunya harus terjangkau internet.

Adapun mekanisme peserta yang ingin mengikuti program angsuran BPJS Kesehatan melalui tabungan sehat ini, peserta disyaratkan untuk menunjukkan KTP, KK, Kartu JKN-KIS dan setoran awal Rp100 ribu.

“Namun perlu juga diketahui, BNI tetap mengenakan biaya administrasi yang di potong setiap bulannya sebesar Rp3.000, sama seperti tabungan-tabungan lainnya,” ucapnya.

Terkait manfaat dari kerjasama antara BNI dan BPJS Kesehatan, Sulaiman mengatakan, dalam setiap kerjasama tentunya selalu mendatangkan mafaat bagi para pihak yang bekerjasama. Namun demikian, untuk kerjasama natar BNI dan BPJS ini, tak hanya dirasakan BNI maupun BPJS Kesehatan saja, melainkan juga dirasakan oleh masyarakat selaku peserta JKN-KIS.

“Manfaat yang diperoleh BNI tentunya menambah jumlah nasabah dan menambah jumlah rekening. Bagi BPJS Kesehatan, manfaatnya diharapkan kelancaran pembayaran iuran. Sementara bagi masyarakat selaku peserta BPJS Kesehatan, memperoleh manfaat kemudahan dalam pembayarannya, dimana tidak perlu lagi melakukan antrean,” tandasnya.(bnc)