Lampaui HET, Pemerintah Ingatkan BBM Satu Harga

 

TANJUNG REDEB – Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Premium di tingkat pengecer di Kampung Talisayan, mencapai Rp10 ribu, padahal tahun lalu telah ditetapkam HET (harga eceran tertinggi), sebesar Rp8 ribu per liter.

Camat Talisayan, David Pamudji mengatakan, HET yang telah ditetapkan banyak diabaikan oleh pedagang bensin eceran. Menurutnya, untuk melakukan penindakan kepada pengecer yang melampui HET itu, pihaknya tidak bisa berbuat banyak

Dikonfirmasi mengenai hal tersebut, Kepala Dinas Perindustiran, Perdagangan dan Koperasi (Diskoperindag) Berau, Wiyati mengatakan, dalam masalah ini, terlebih dahulu harus diketahui apakah pengecer BBM tersebut pelaku UKM dan atau koperasi. Jika bukan, maka pihaknya tak memiliki kewenangan.

“Melainkan kewenangan Bagian Ekonomi Setkab Berau atau tim yang telah dibentuk Pemerintah Daerah,” jelasnya kepada beraunews.com, Rabu (15/11/2017)

BACA JUGA : Harga Bensin Eceran Lampaui HET

Wiyati menambahkan, jika pihak kecamatan sudah menegur, tapi tetap tak diindahkan pengecer, maka tim daerah dapat langsung turun ke sana. Namun, laporan dari kecamatan diperlukan sebagai dasarnya.

“Yang jelas jika diperlukan tim turun ke lapangan, maka tim akan turun,” tuturnya.

Kondisi ini, lanjut Wiyati, dikhawatirkan mempengaruhi harga eceran 9 bahan pokok di Talisayan. Pasalnya, tidak menutup kemungkinan harga BBM melampaui HET tersebut mempengaruhi biaya transportasi.

“Itu yang kita kahwatirkan, bila sampai HET tersebut melampaui standar yang ada, karena peran Diskoperindag sendiri adalah menjaga harga eceran 9 bahan pokok itu,” ujarnya.

 

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Bagian Ekonomi Setkab Berau, Rabiatul Islamiah mengatakan, sebenarnya berdasarkan regulasi, hanya dikenal harga BBM di SPBU dan APMS saja.

“Untuk BBM ini hanya satu harga saja yang berlaku sama di seluruh Indonesia hingga ke kampung-kampung, tidak ada yang berbeda,” tegasnya.

Terkait kenyataan di lapangan, menjamurnya pedagang eceran BBM, bahkan harga di Talisayan melampaui HET, Rabiatul mengatakan, setidaknya tindakan pengamanan harus dilakukan. Namun demikian, sebelum pengamanan dilakukan, dirinya mengimbau kepada pedagang agar menyesuaikan harga dan dilakukan berdasarkan kesepakatan.

“Meski tindakan terhadap pengecer belum ada, kami minta pengecer jangan terlalu memberatkan masyarakat,” tandasnya.(Miko Gusti Nanda/bnc)