PT TBP Kembali di Demo, Buruh Sempat Bikin Portal “Hidup”

 

TALISAYAN – Puluhan buruh yang tergabung dalam Serikat Buruh Seluruh Indonesia (SBSI) 1992 Berau, berunjuk rasa di depan kantor besar PT Tanjung Buyu Perkasa (TBP) Plantation di Kecamatan Talisayan, Rabu (08/11/2017) lalu, mulai pukul 08.30 Wita hingga pukul 14.30 Wita. Aksi tersebut digelar dengan tujuan, menuntut hak buruh yang sudah lama diminta kepada manajemen PT TBP, namun hingga kini tak kunjung terealisasi.

Dalam demo yang dikawal ketat aparat kepolisian itu, sejumlah buruh yang dipimpin Ketua DPC SBSI 1992 Berau, Muhidin Dosi, saling bergantian menyampaikan orasi, demi mendapatkan penjelasan dari pihak manajemen.

Tak hanya berorasi, pihak buruh juga meminta dipertemukan dengan pimpinan perusahaan guna menjelaskan persoalan yang ada. Permintaan tersebut langsung dikabulkan pihak perusahaan dengan melakukan mediasi secara bipartit (perundingan antara serikat buruh dengan pengusaha untuk menyelesaikan perselisihan hubungan industrial). Mediasi sendiri dilakukan di ruangan Manejer PT TBP, antara pihak buruh yang diwakili oleh pengurus SBSI 1992, dan pihak manajemen dengan pengawasan pihak kepolisian.

Disisi lain, puluhan buruh yang tidak mengikuti mediasi, terus melakukan orasi. Bahkan, sampai melakukan aksi menutup akses jalur produksi dengan memasang portal "hidup" di tengah jalan masuk pabrik. Alhasil, mobilisasi truck buah sawit dan CPO terhenti.

Sembari menunggu hasil pertemuan, antara perwakilan buruh dengan pihak manajemen, salah seorap korlap lapangan menyampaikan, pihaknya tidak akan bubar dari tengah jalan sebelum ada kejelasan atas hak yang dituntutkan.

 

Namun, aksi menutup jalan tersebut tak berlangsung lama. Aksi buruh itu langsung dibubarkan aparat kepolisian, dengan alasan mengganggu aktivitas mobilisasi truck pengangkut buah sawit dan CPO ke pabrik. Meski sempat terlihat sedikit ketegangan, namun buruh tetap melakukan aksi dengan tertib hingga selesai.

Usai mediasi yang berlangsung kurang lebih 6 jam lamanya, perwakilan manajemen PT TBP, Tulus AGL Tobing kepada puluhan buruh mengatakan, terkait tuntutan yang disampaikan buruh tersebut, diakuinya memang sudah lama terjadi dan sampai sekarang belum ada realisasi. Tetapi, pihaknya akan mengupayakan agar tuntutan tersebut akan kembali disampaikan ke pihak manajemen pusat, sehingga apa yang menjadi tuntutan buruh dapat terealisasi.

"Kami sebagai manajemen kebun akan meneruskan tuntutan itu ke pusat. Karena kami di sini juga tidak memiliki wewenang untuk merealisasikannya. Kita berharap, apa yang dituntutkan kepada perusahaan dapat dikabulkan," ucapnya.

 

Sementara itu, Muhdin Dosi mengatakan, dari pertemuan tersebut belum ada keputusan yang memihak kepada buruh. Sehingga, pihaknya akan mengadukan permasalahan tersebut ke pihak Disnakertrans Berau. Ia menjelaskan, sejumlah tuntutan yang disampikan pihaknya diantaranya, perusahaan wajib memberikan hak normatif wanita, yakni hak cuti haid dan melahirkan. Selain itu, pihaknya juga meminta agar pihak menajemen kembali melakukan penataan kepada karyawan PHL (pekerja harian lepas).

"Maksudnya menata karyawan PHL ini, perusahaan harus kembali mengatur karyawan yang bekerja kurang harinya, itu ditata lagi menjadi layak. Sehingga, karyawan ini bisa menghidupi keluarganya selama sebulan. Sebab, masih banyak karyawan yang jumlah HK (hari kerja-red) dalam satu bulan itu di bawah 15 hari. Ini yang belum bisa dijelaskan pihak perusahaan," bebernya.

Ia juga menyampaikan, dari pertemuan itu juga telah dihasilkan sebuah berita acara yang berisi 3 poin. Dimana, dengan berita acara, sudah cukup menjadi dasar pihaknya untuk menyelesaikan permasalahan buruh ke Disnakertrans Berau.

"Kita juga bertindak sesuai dengan aturan tenaga kerja. Yang jelas, selama tuntutan kami belum terealisasi, akan kami bawa ke pemerintah yang lebih tinggi," bebernya.

Sementara itu, Kapolsek Talisayan, Iptu Faisal Hamid, mengapresiasi puluhan buruh yang telah melakukan aksi dengan tertib tanpa melakukan hal yang anarkis.

"Kita berterima kasih karena telah menjaga keamanan dalam melakukan aksi. Dan kami akan berupaya mengawal segala bentuk kegiatan aksi selama itu tidak bertindak anarkis," tandasnya.(Hendra Irawan/bnc)