Hebat, Produksi Jagung Berau Peringkat Satu

 

TALISAYAN – Tak dipungkiri lagi, sektor pertanian jagung Berau berkontribusi besar bagi Kalimantan Timur, hingga mencapai 70 persen dari semua hasil panen jagung di seluruh kabupaten/kota.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Pangan, Tanaman Pangan, dan Holtikultura Pemprov Kaltim, Ibrahim, saat menghadiri acara gerakan tanam perdana di Kampung Eka Sapta Kecamatan Talisayan, Rabu (27/09/2017) lalu.
 
Pujian yang disematkan tersebut bukan tanpa alasan. Pasalnya, dari 22 ribu ton jagung di Kaltim pada tahun 2016 lalu, Berau menyumpang kurang lebih 15 ribu ton per tahun. Tentu saja, hasil tersebut menegaskan bahwa Berau merupakan pemasok terbesar jagung di Kaltim.
 
Ia menilai, hasil tersebut tak lepas dari antusiasme masyarakat petani di Kabupaten Berau, khususnya masyarakat yang ada di Kampung Eka Sapta. Dimana lanjut dia, hingga saat ini petani di kampung tersebut masih tetap konsisten mengembangkan tanaman jagung, dalam rangka mendukung program pemerintah.
 
“Kita patut memberikan apresiasi kepada masyarakat petani Eka Sapta, dan seluruh petani jagung di wilayah lain yang sampai saat ini masih semangat bertani. Tentu hal ini juga tak terlepas dari perhatian dan dukungan, baik dari Pemkab Berau dan pemprov kaltim," bebernya.

 

Dalam sambutannya tersebut, Ibrahim juga menyampaikan, dalam APBN pengembangan jagung tahun 2017, Berau menjadi salah satu daerah yang istimewa. Sebab, dari alokasi 23 ribu hektar, Berau mendapat alokasi sebesar 6 ribu hektar, dan lebih besar dari kabupaten lainnya.
 
"Jika masyarakat Eka Sapta dan Kabupaten Berau sanggup. Tahun depan kita akan alokasikan 10 ribu hektar. Tak hanya itu, kita juga akan melakukan penilaian di semua kabupaten. Daerah mana saja yang tembus target, akan kita hadiahi berupa bantuan kegiatan," jelasnya.
 
Akan tetapi dirinya berpesan kepada masyarakat petani di Kampung Eka Sapta, dan petani lainnya untuk terus konsisten dalam pengembangan pertanian jagung. Sehingga program pemerintah terkait ketahanan pangan dapat diwujudkan.(Hendra Irawan/*bnc)