Kadin Berau Gelar Rapat Kenaikan Tarif Angkutan Barang Bersama PT SPIL dan PT Temas, Ini Hasilnya

 

TANJUNG REDEB – Setelah menyatakan penolakan kenaikan tarif angkutan barang yang diberlakukan PT Salam Pacific Indonesia Lines (SPIL) dan PT Pelayaran Tempuran Emas (Temas) per tanggal 4 September 2017 lalu, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Berau langsung menggelar rapat bersama para pihak yang terkait langsung dengan tarif angkutan barang, di Kantor Kadin Berau Jalan H. Isa I, Rabu (13/09/2017) pagi.

Hadir dalam rapat internal Kadin tersebut, yakni PT SPIL Cabang Berau PT Prima Mas Berau (PMB) selaku mitra aktivitas bongkar muat PT Temas, Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Tanjung Redeb hingga PT Pelindo IV (Persero) Cabang Tanjung Redeb Berau.
 
Ditemui beraunews.com usai rapat tertutup tersebut, Ketua Bidang Perhubungan, Kemaritiman dan Telekomunikasi Kadin Berau, Hasanul Haq Batubara mengatakan, rapat tersebut digelar pihaknya secara mendadak guna menyikapi gejolak yang timbul akibat informasi kenaikan tarif angkutan barang oleh PT SPIL dan PT Temas selaku penyedia jasa.
 
“Semua pihak duduk bersama mendiskusikan permasalahan ini (kenaikan tarif-red) sekaligus meluruskan apakah berita-berita tersebut benar atau tidak,” ujar pria yang juga Ketua Indonesia National Shipowners' Association (INSA) atau Asosiasi Pemilik Kapal Nasional Indonesia.
 
BACA JUGA : Tarif Angkutan Barang Naik Fantastis, Kadin Berau Nilai Banyak Dugaan Pelanggaran
 
Hasilnya, baik PT SPIL maupun PT Temas, dikatakan Hasanul, sama-sama mengatakan, jika tarif tersebut belum berlaku final alias masih tarif negosiasi yang merupakan keputusan dari marketing kedua perusahaan di Surabaya. Namun demikian, Kadin Berau tak serta merta menerima penjelasan kedua penyedia jasa tersebut. Pasalnya, baik PT SPIL maupun PT Temas, dalam rapat tersebut hanya menyampaikan semua pendapatnya secara lisan.
 
“Jadi kita masih ada tindaklanjut untuk rapat selanjutnya, guna memperjelas sekaligus menunggu data aktual atau adanya surat resmi dari kedua belah pihak,” tegasnya.

 

Sementara itu, Ketua Kadin Berau, Fitrial Noor mengatakan, rapat yang digelar Kadin ini, bukan bermaksud mencari siapa benar siapa salah, melainkan untuk mendengarkan alasan dan dasar dari kedua penyedia jasa dalam memutuskan kenaikan tarif. Apalagi, salah satu fungsi Kadin untuk mengetahui kondisi yang mempengaruhi roda perekonomian, merupakan  hal mutlak untuk dilaksanakan.
 
Selain itu, dikatakan pria yang akrab disapa Bung Piepit itu, Kadin selaku induk organisasi usaha dan pengusaha menilai, jika keputusan kenaikan tarif angkutan barang yang diberlakukan PT SPIL dan PT Temas sudah tidak bagus lagi bagi dunia usaha dan ekonomi di Berau. Apalagi, semua pihak tadinya berharap, dengan masuknya PT Temas, maka akan ada persaingan tarif yang kompetitif antara kedua penyedia jasa.
 
“Dengan adanya kenaikan tarif peti kemas (angkutan barang-red), akan berpengaruh pada kenaikan harga barang di Kabupaten Berau. Dan yang kita harapkan dengan adanya persingan, dengan adanya PT Temas masuk dengan harga yang luar biasa jauh lebih murah dibandingkan tarif PT SPIL, sekarang tiba-tiba tarifnya justru sama. Walaupun dikemudian hari ada revisi atau perubahan tarif PT Temas,” tuturnya.
 
BACA JUGA : Tarif Angkutan PT Temas Sudah Turun Rp8,5 Juta
 
Salah satu hal yang terungkap dalam rapat tadi, jelas Bung Piepit, salah satu dasar kenaikan tarif tersebut, dipicu oleh persoalan klasik yang ada di Kabupaten Berau, salah satunya yakni alur sungai Kabupaten Berau yang merupakan faktor alam, yang menyebabkan kemampuan loading (pemuatan) dari masing-masing perusahaan tidak bisa maksimal.
 
“Harapan kita, nantinya setelah adanya pertemuan lagi yang sekaligus hearing dengan DPRD Berau, semua akan terbuka lebar dan pemerintah maupun wakil rakyat bisa memahami bahwa ada persoalan yang ada di wilayah kita yang ternyata berpengaruh terhadap tarif peti kemas,” tandasnya.(*bnc)