Harga Cabai Keriting Semakin Pedas

TELUK BAYUR – H-1 lebaran Idul Fitri 1437 Hijriah, harga cabai keriting mendadak melambung tinggi di pasaran. Pasalnya, harga yang sebelumnya sebesar Rp80 ribu per Kg kini menjadi Rp150 ribu per Kg atau mengalami kenaikan 87,5 persen.

Para pedagang di pasar Sanggam Adji Dilyas (SAD) mengatakan, kenaikan harga itu disebabkan pasokan cabai keriting dalam sepekan ini berkurang, sehingga harga cabai dari agen pun ikut naik dan secara otomatis para pedagang atau pengecer di pasar mau tak mau harus ikut menaikan harga cabai jualan mereka.

Selain itu, pasokan dari petani lokal juga tidak ada lagi yang masuk, sehingga cabai yang ada di pasar mayoritas merupakan cabai yang didatangkan langsung dari dari Palu, Sulawesi Tengah.

“Keberadaan cabai keriting sendiri di pasar sudah mulai kosong sejak sepekan lalu dan hari ini harganya benar-benar membuat kita semua pedagang di pasar geleng-geleng kepala. Bukan hanya kami, para pembeli pun ikut mengeluh dan mereka hanya bisa mengerutkan dahi mereka saat mendengar harga cabai keriting yang mencapai Rp150 ribu per Kg,” tutur Alus dan Tukina, pedagang di pasar SAD saat berbincang dengan beraunews.com, Selasa (5/7/2016).

Harga cabai keriting diperkirakan akan kembali turun secara bertahap usai lebaran. Namun, itu semua tergantung jumlah pasokan barang yang masuk ke pasar. Jika pasokannya banyak, maka harga barang tersebut akan stabil, sebaliknya jika pasokan kurang, otomatis harga barang melambung tinggi.

“Harga komunitas bahan makanan di pasar itu tergantung dari jumlah pasokannya. Jika pasokannya banyak maka harga barang itu akan stabil dan jika barang itu lagi kosang maka otomatis akan naik, ya seperti itu lah mekanismenya di pasar. Untuk cabai keriting sendiri akan kembali turun secara bertahap usai lebaran nanti,” jelas Alus dan Tukina lagi.

Meskipun mengalami lonjakan harga yang sangat signifikan, para konsumen tetap setia membeli cabai keriting. Seperti diungkapkan Rusmianah. Ia mengatakan, jika dirinya tak bisa berbuat apa-apa dengan naiknya segala jenis kebutuhan di pasar.

“Mau apa lagi kalau haraga pada naik, tidak mungkin kita memaksakan karana harga itu sudah disesuaikan pedagang yang tentunya juga tidak membuat mereka rugi dan saya memaklumi hal itu, biasalah mekanisme pasar memang seperti itu. Tapi tadi saya beli cabai keriting hanya setengah kilo saja, padahal butuhnya 1 kilo,” tutupnya.(ea)