Kontribusi Pajak Berau Tertinggi, Kepatuhan Rendah

 

TARAKAN – Berau merupakan daerah yang memberikan kontribusi pajak bruto terbesar bagi Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Tanjung Redeb per 11 Agustus 2017. Hal itu diungkapkan Kepala KPP Pratama Tanjung Redeb, Immanuel Ambarita, saat ditemui beraunews.com di KKP Pratama Tanjung Redeb di Kota Tarakan, belum lama ini.

Berdasarkan data yang dihimpun KPP Pratama Tanjung Redeb, dari 4 Kabupaten yang menjadi wilayah kerjanya, Berau berada di urutan pertama dibandingkan 3 kabupaten lainnya, yakni Bulungan, Malinau dan Tana Tidung.

Adapun total pajak bruto yang diterima dari keseluruhan kabupaten di 2 provinsi tersebut mencapai Rp539.366.742.349, dengan rincian Berau sebesar Rp341.935.887.821 atau 63,40 persen, Bulungan sebesar Rp113.291.465.793 atau 21,00 persen, Malinau sebesar Rp61.816.645.393 atau 11,46 persen, dan Tana Tidung sebesar Rp22.322.743.342 atau 4,14 persen.

“Jadi, Berau memang memberikan kontribusi pajak bruto terbesar di KPP Pratama Tanjung Redeb, dibandingkan 3 kabupaten lainnya,” ungkapnya.

Immanuel menambahkan, total pajak bruto tersebut diperoleh dari seluruh jenis pajak yang dilayani KPP Prtama Tanjung Redeb, yakni Pajak Penghasilan (PPh), Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).

Untuk PPh, dijelaskan Immanuel, ada 5 jenis pajaknya, yakni PPh pasal 21 atas karyawan, PPh Pasal 22/22 impor atas pembelian/impor barang-barang tertentu, PPh Pasal 2326 atas jasa -jasa tertentu, PPh Pasal 4 (2) atas penghasilan-penghasilan tertentu seperti jasa konstruksi serta PPh lainnya yang belum tercakup sebagaimana tersebut di atas.

Sementara untuk PPN, lanjut Immanuel, terdiri PPN dalam negeri, PPN Impor, PPnBM Dalam Negeri/Impor, dan PPN lainnya. Dan untuk PBB terdiri dari PBB Sektor Perkebunan, PBB Sektor Kehutanan serta PBB Sektor Migas.

"Dari jenis-jenis pajak tersebut, ada 3 sektor andalan dalam menggali pendapatan pajak bagi keempat kabupaten di wilayah kerja kami, yakni batubara, perkebunan dan kehutanan. Meski demikian, sektor lainnya juga tetap memberikan kontribusinya pendapatan pajak,” ujarnya. 

Immanuel meyakini, total pajak bruto tersebut masih akan terus meningkat seiring masih tersedianya waktu dan berbagai upaya yang dilakukan pihaknya untuk meningkatkan kepatuhan wajib pajak di 4 kabupaten dan 2 provinsi tersebut.

BACA JUGA : Setelah EB Disandera, Ada Beberapa Wajib Pajak di Berau Dibidik

“Tingkat kepatuhan wajib pajak di wilayah kerja kami memang tidak begitu baik. Hal tersebut dilihat dari 2 kepatuhan yang ada, yakni kepatuhan pelaporan SPT (Surat Pemberitahuan-red) dan kepatuhan pembayaran. Saat ini kami masih melakukan upaya persuasif agar wajib pajak menunaikan kewajiban pajaknya, namun tidak menutup kemunginan kami akan melakukan upaya law enforcement (penegakan hukum-red) berupa pemeriksaan, penagihan sampai dengan penyanderaan wajib pajak,” tandasnya.(*bnc)

Wartawan: Marta/Editor: Rita Amelia