Dinilai Lebih Unggul, Permintaan Pertalite Meningkat 200 Persen

 

TANJUNG REDEB – Permintaan masyarakat terhadap Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite di semua wilayah di Kalimantan Timur, terus meningkat dari waktu ke waktu. Di Tanjung Redeb misalnya, banyak yang sudah mulai beralih dari premium ke pertalite.

Manajer Operasional SPBU Kilang Bujangga Tanjung Redeb, Chepy Ridwan mengatakan, permintaan masyarakat akan Pertalite memang meningkat tajam, terutama dalam empat bulan terakhir. Jika pada 2016 volume penjualan Pertalite di SPBU Kilang Bujangga berada pada kisaran 30-40 Kilo Liter (KL) per bulan, maka bulan lalu sudah mencapai 100 KL per bulan.

“Bahkan, untuk bulan ini sudah mencapai lebih dari 90 KL,” katanya.

Peningkatan permintaan masyarakat yang mencapai 200 persen tersebut, menurut Chepy, murni disebabkan keinginan masyarakat. Banyak pengguna Premium yang secara sadar beralih ke Pertalite, karena merasa Pertalite memang memiliki banyak keunggulan. Bahkan, ia juga mengaku, sebagai pengguna, dia juga beralih ke Pertalite.

“Selain itu Pertalite juga irit. Dengan Pertalite, saya mengisi 15 liter sepeda motor saya, ternyata belum habis dalam jangka waktu satu bulan. Dulu ketika masih pakai Premium, saya isi 15 liter, tiga minggu sudah habis,” kata pria yang tinggal di Jalan Cempaka Kuning, Tanjung Redeb itu.

Sementara itu, Junaidi, operator SPBU di Jalan Haji Isa 3 Tanjung Redeb, juga mengakui permintaan masyarakat yang meningkat tajam tersebut. Menurutnya, hal itu terjadi karena masyarakat memang menyadari, bahwa dengan oktan lebih tinggi, Pertalite memang lebih berkualitas dibandingkan Premium.

“Di SPBU ini, peningkatan volume penjualan Pertalite meningkat 150 persen dalam tiga bulan terakhir,” ujarnya.

Karena keunggulan Pertalite itulah, lanjut Junaidi, konsumen yang sudah beralih ke Pertalite akan enggan kembali memakai Premium.

“Saya sering mengamati pelanggan yang datang. Awalnya mereka mencoba-coba Pertalite. Namun setelah merasakan keunggulannya, mereka akhirnya merasa cocok karena Pertalite memang lebih bagus,” tambahnya.

Samsi, warga Sambaliung Berau, mengaku lebih nyaman setelah beralih ke Pertalite. Menurut pengusaha sarang burung walet ini, mesin kendaraannya menjadi lebih lembut dan tarikannya lebih kuat. Bahkan, menurutnya, ketika servis di bengkel, dia melihat bahwa ruang bakarnya menjadi lebih hitam karena penuh jelaga arang.

“Tetapi setelah memakai Pertalite, Alhamdulillah mesin menjadi lebih bersih,” katanya.(bnc)

Wartawan: Hendra Irawan/Editor: Rita Amelia