Jaminan Asuransi Nelayan Masih Sepi Peminat

TANJUNG REDEB – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bekerja sama dengan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Berau, memprogramkan jaminan asuransi untuk 5.000 nelayan yang tersebar di wilayah pesisir Kabupaten Berau. Langkah itu dilakukan dengan melihat besarnya resiko yang dihadapi para nelayan saat mencari ikan. Sayangnya, minat nelayan untuk program ini masih rendah.

Kepala Bidang Perikanan Tangkap DKP Berau, Ramli mengatakan, program tersebut sudah mulai dijalankan sejak awal Juni 2016. Namun, hingga saat ini baru sekitar 200 nelayan yang mendaftar untuk jaminan asuransi tersebut.

“Jaminan asuransi untuk nelayan ini diprogramkan langsung oleh KKP untuk seluruh nelayan yang ada di Indonesia. Untuk Kabupaten Berau, sampai sekarang yang mendaftar belum memenuhi target, karena masih banyak sekali kuota yang tersedia," katanya kepada beraunews.com, Rabu (29/6/2016).

Tetapi pihaknya masih terus mengimbau kepada seluruh nelayan yang ada untuk segera mendaftarkan diri kepada petugas DKP yang ada di lapangan untuk jaminan asuransi tersebut, sebab pendaftaran masih dibuka sampai bulan November mendatang.

Kategori nelayan yang ditargetkan mendapat jaminan asuransi tersebut antara lain nelayan-nelayan kecil yang sehari-harinya memenuhi kebutuhan hidup dengan mengandalkan hasil laut, memiliki KTP yang membuktikan bahwa ia seorang nelayan, tidak menangkap ikan dengan cara-cara yang tidak diperbolehkan seperti penggunaan bom ikan maupun potasium.

“Nelayan yang dimaksud berhak untuk mendapatkan jaminan asuransi ini adalah nelayan yang kecil, bukan nelayan yang besar seperti pengusaha kapal dan lain-lain. Untuk pendaftaran kami sudah menyiapkan petugas-petugas di lapangan yang bertugas membimbing dan mengarahkan para nelayan, termasuk mengecek apakah mereka nelayan yang ramah lingkungan atau tidak. Karena jaminan asuransi ini tidak diperbolehkan untuk nelayan-nelayan nakal yang mengebom ikan dan sebagainya. Dan juga yang terpenting bahwa nelayan yang ingin mendaftarkan diri pada jaminan asuransi adalah mereka yang telah memiliki kartu nelayan,” jelasnya.

Ditambahkannya, hingga saat ini nelayan yang belum membuat kartu nelayan masih ada sekitar 2.000 nelayan. Sehingga untuk mendaftarkan diri pada jaminan asuransi tersebut, pihaknya mengimbau agar para nelayan segera membuat kartu nelayan kepada para petugas DKP yang ada di lapangan tanpa dipungut biaya.

Ia juga menjelaskan, jaminan asuransi yang diberikan KKP merupakan jaminan yang bersifat sementara. Program tersebut dikatakannya, merupakan dukungan dan dorongan kepada seluruh nelayan untuk mengasuransikan diri mereka agar jika suatu saat terjadi hal-hal yang tidak diinginkan mereka tidak kesulitan mendapatkan biaya pengobatan dan sebagainya.

“Program KKP ini  berlaku sampai satu tahun saja. Artinya, KKP hanya menanggung premi hingga setahun sejak diberlakukannya asuransi tersebut. Setelah itu para nelayan diharapkan melanjutkan pembayaran mereka untuk asuransi. Asuransi sangat penting bagi nelayan, mengingat pekerjaan yang mereka lakukan adalah pekerjaan yang cukup beresiko tinggi,” tutupnya.(mta)