Stabilisasi Harga Belum Bisa Diberlakukan di Berau

 

TANJUNG REDEB – Wacana menerapkan stabilisasi harga untuk mengganti Operasi Pasar, menurut Direktur Utama Perum Bulog, Djarot Kusumayakti lantaran operasi pasar dianggap kurang efektif menekan harga bahan pokok, sehingga selama ini operasi pasar hanya dinikmati oleh pedagang-pedagang pasar.

Sesuai dengan wacana yang ada, Djarot Kusumajayakti menuturkan, saat ini Perum Bulog menggelontorkan pasokan bahan pangan kepada pedagang pasar, dimana menurutnya hal tersebut dapat efektif untuk menekan harga pangan, apalagi saat ini stok bahan pangan pokok cukup untuk konsumsi hingga Idul Adha.

Di kabupaten Berau sendiri, stabilisasi harga memang belum diadakan. Hal ini diungkapkan Kepala Kantor Seksi Logistic Bulog Berau, Mardi Harianto, karena adanya beberapa kendala yang ada.

“Di Berau sendiri, kita belum bisa melaksanakan karena kita kan barangnya dari luar, Balikpapan. Nah, itu terkendala biaya ongkos angkutnya, katakan saja jika misalnya kita datangkan dari sana, biaya ongkosnya pasti sangatlah tinggi yang ada nanti bisa saja harga jualnya bisa sama dengan harga pasaran yang ada di sini,” ungkapnya ketika ditemui beraunews.com, Senin (19/06/2017).

Stabilisasi ini juga bertujuan untuk para penerima manfaat yang kurang mampu, karena harga yang diberlakukan jika dilaksanakan stabilisasi harga, dapat lebih di bawah harga pasaran.

“Dalam pelaksanaannya, stabilisasi harga ini juga ditentukan oleh Dinas Perdagangan dan BPS, kita bekerjasama dengan kedua pihak tersebut dan jika misal barang yang ingin diadakan stabilisasi itu dapat memungkinkan, barulah kita bisa titipkan di beberapa pedagang di pasaran,” sambung Mardi.

Sementara itu, dikatakan Mardi, di Berau sekarang ini hanya dapat fokus di Rastra saja karena selain terkendala ongkos biaya, stabilisasi harga tidak dapat dilaksanakan karena juga terpengaruh letak geografis yang tidak memungkinkan untuk melasanakan stabilisasi harga tersebut.(bnc)

Wartawan:  Miko  Gusti  Nanda/Editor:  R.  Amelia