Tertibkan Pedagang Dengan Bangun Pasar

BATU PUTIH – Pemerintah Kampung Batu Putih, Kecamatan Batu putih membangun pasar dengan nama pasar kampung logpond. Upaya itu dilakukan selain, melihat minimnya fasilitas penunjang perputaran eknomi diwilayahnya, juga bertujuan menertibkan pedagang yang selama ini tidak tertata dengan baik serta guna merangsang animo jual beli masyarakat setempat.

Pasar yang berada di Jalan Pelabuhan RT 01 itu, kini dapat dirasakan manfaatnya. Apalagi, keberadaannya dijadikan media untuk memasarkan oleh-oleh khas Batu Putih. Ketua LPM Kampung Batu Putih, Asrunsyah mengatakan, pertimbangan lain dibangun pasar kampung itu yakni, pemerintah kampung ingin menertibkan pedagang ikan yang kerap menjual ikan dipelataran rumah yang kerap membuat tetangga terganggu akibat bau yang dihasilkan.

“Ini juga salah satu alasan, mengapa Pemerintah Kampung Batu Putih membangun pasar ini,” ungkapnya kepada beraunews.com, Selasa (28/06/2016).

Disamping itu, guna mengoptimalkan pengelolaan pasar guna menambah PAD, pasar yang dibangun dengan menggunakan anggaran ADK Kampung Batu Putih itu, juga  sudah melakukan penarikan retribusi. Baik itu penarikan retribusi kepada pedagang yang berada di pasar, juga kepada kapal nelayan yang melakukan aktivitas bongkar muat ikan.

“Kalau untuk bongkar muat ikan kita kenakan Rp200 per kg-nya. Sementara yang jual sembako atau kain juga dikenakan retribusi sekitar Rp50 ribu per bulan untuk satu meja,” jelasnya.

Hadirnya pasar tersebut, dirasakan sangat membantu masyarakat sekitar terutama mencari keperluan dapur. Tak jarang, baik pagi maupun sore hari aktivitas di pasar tersebut selalu ramai dikunjungi warga. Melihat hal itu, Asrun mengatakan, kedepannya, LPM sebagai pengelola pasar akan mengusulkan kepada pemerintah kampung untuk menambah kapasitas pasar menjadi lebih luas lagi. Sehingga pedagang yang berdagang tidak bercampur menjadi satu.

“Jadi nanti pedagang yang berdagang bisa dipisah sesuai kategorinya, seperti pedagang sayur tempatnya terpisah, pedagang ikan tempatnya terpisah, begitu juga pedagang kain dan pedagang lainnya,” tutupnya.(hir)