Konsumen Sulit Dapatkan Wortel Impor di Pasaran

 

TANJUNG REDEB – Sejak seminggu terakhir, keberadaan wortel impor di pasaran mulai langka. Tak hanya di Pasar Tradisional Sanggam Adji Dilayas (SAD), Teluk Bayur, sulitnya menemukan wortel tersebut juga dikeluhkan pengunjung Pasar Senja, Trans Bangun, Sambaliung.

Wortel impor yang dinilai lebih berkualitas dan lebih bagus dari wortel lokal, memang menjadi buruan ibu rumah tangga. Namun, keberadaannya yang dilarang beredar di pasaran terkadang membuat konsumen mengeluh.

Seperti yang disampaikan Susi, pengunjung pasar yang mengaku beberapa kali mencari wortel impor namun tak kunjung mendapatkan. Menurutnya, kualitas wortel impor tersebut jauh dibandingkan wortel lokal.

"Dari bentuk saja kita sudah tertarik membeli yang impor. Terlihat lebih segar, sehat dan berkualitas. Kalau yang lokal masih kalah, makanya kita cari yang impor saja. Tapi berapa hari ini kosong," ungkapnya kepada beraunews.com, Kamis (08/06/2017).

Salah seorang pedagang sayur, Mahmud, menyebut kekosongan wortel impor tersebut karena aturan yang berlaku. Selama ini, pedagang menjual wortel impor tersebut diam-diam.

"Karena wortel impor itu memang dilarang sih. Tapi itu yang paling banyak dicari. Nah, sekarang adanya cuma yang lokal," ujarnya.

Jumlah wortel lokal yang dipasarkan pun terbilang sedikit. Hanya ada beberapa pedagang yang menjual. Harga wortel lokal Rp25-Rp28 ribu per kilogram. Sementara wortel impor Rp30 ribu per kilogram.(bnc)

Wartawan: Marta/Editor: R. Amelia