Bantuan Pertanian Belum Sepenuhnya Merata?

 

GUNUNG TABUR – Bantuan alat pertanian sudah sewajarnya diberikan untuk para petani. Tetapi, apakah bantuan tersebut sudah terbagi merata, khususnya petani yang berada jauh di kampung-kampung?

“Di sini sudah sering mendapatkan bantuan bibit padi, pupuk, saluran irigasi, dan alat bajak sawah seperti handtraktor (traktor dua roda, yang dioperasikan dengan tangan-red). Jika masuk daftar kelompok dana, maka bantuan yang didapatkan lebih maksimal ketimbang yang belum masuk. Misalnya, yang masuk data kelompok itu dapat 1 kwintal per setengah hektar, yang tidak masuk paling hanya setengahnya saja,” kata salah satu petani di kawasan Tasuk, Heriyanto, ketika ditemui beraunews.com, Senin (01/05/2017).

“Ya memang sebagian besar semuanya bantuan dari Dinas Pertanian. Jadi ibarat orang tua dan anak, jika sebagai anak kita tidak meminta maka tidak akan diberi. Makanya mesti pengajuan dulu,” sambung petani lain, Sukatno.

Memang petani yang berada dekat dengan pusat kota mudah mendapatkan bantuan. Lain halnya dengan para petani yang berada di bagian hulu Sambarata, yang mengaku justru belum pernah terjangkau bantuan.

“Proposal keterangan alat bantu pertanian sudah kami buat, tetapi baru sebagian petani saja yang mendapatkannya. Yang berada di bagian dalam Sambarata semacam kami ini, belum mendapatkannya,” ucap petani yang memiliki sawah di Sambarata, Herli.

“Ya kami harap untuk ke depannya, kami sudah bisa sesegera mungkin mendapatkan alat bantuan bertani, susah juga jika misalnya penghasilan kami, kami pakai juga buat membeli kebutuhan pertanian seperti bibit, dan racun rumput. Lalu untuk orang rumah mau diberi apa?,” tegasnya.(bnc)

Wartawan: Miko Gusti Nanda/Editor: R. Amelia