Bensin Eceran di Pesisir Selatan Berau Mulai Langka

 

BATU PUTIH – Bensin eceran di sejumlah kampung di dua kecamatan di Pesisir Selatan Berau, mulai langka. Hal itu terjadi di Kecamatan Talisayan dan Batu Putih. Akibatnya, cukup banyak masyarakat mengeluh lantaran sulitnya mendapatkan bensin tersebut. Bahkan ada sebagian masyarakat setempat yang mulai "mengandangkan" kendaraannya lantaran sudah mulai kehabisan bensin.

Sebenarnya, kondisi seperti itu bukan kali pertama terjadi. Beberapa waktu lalu, hal serupa juga pernah terjadi.

Seperti yang diungkapkan Rino, salah seorang warga Kampung Tembudan yang mengaku kesulitan mendapatkan bensin eceran. Sulitnya mendapatkan bensin tersebut, lanjut dia, sudah terjadi sejak Senin (17/04/2017) lalu. Bahkan, sejumlah tempat kios atau warung yang biasanya selalu menjual bensin eceran kini sudah tidak lagi menjual bensin.

“Tadi mencari tidak ketemu. Tidak tahu juga kenapa bisa tiba-tiba bensin banyak kosong. Tetangga saya motornya sudah tidak bisa dapakai karena tidak ada bensin,” ungkapnya.

Bahkan disampaikannya, mulai langkanya bensin tersebut juga terjadi di sejumlah kampung lainnya, seperti Kampung Lobang Kelatak dan Batu Putih. Hal itu dinilainya cukup aneh, lantaran cukup banyak masyarakat yang berada di kampung lain juga mengalami kesulitan mendapatkan BBM.

“Sepertinya tidak hanya di sini saja. Teman saya saja dari Lobang Kelatak menelepon mencari sampai ke Tembudan sini. Biasanya kalau di sini langka, di kampung lain ada saja yang jual. Ini sampai di kecamatan tetangga kita cari juga susah ditemukan,” bebernya.

Sementara itu, Anto, yang merupakan warga Kampung Bumi Jaya yang berada di Kecamatan Talisayan juga mengeluhkan hal serupa. Meskipun ada kios yang menjual, namun harganya lebih mahal dari biasanya. Bahkan kata dia, bensin yang harganya normal, yakni 10 ribu rupiah per liter menjadi 12 ribu per liter.

 

Ia menilai, hal itu sudah menjadi tradisi ketika bensin mulai langka, banyak pedagang yang ingin memanfaatkan kondisi tersebut untuk mencari untung lebih besar.

“Tadi saya dapat harga 12 ribu per liter. Mungkin karena langka, dan sulit yang masih menjual bensin langsung menaikkan harganya, tak ada pilihan lain selain dibeli. Sebenarnya, soal harga tidak masalah, yang penting bensinnya tidak susah dicari," katanya.

Sementara itu Maulana, salah seorang pengecer bensin di sekitar Kampung Bumi Jaya mengatakan, sudah beberapa hari ini bensin sulit didapatkan. Pasalnya sejumlah pengepul yang biasanya datang menawarkan bensin sudah kehabisan stok. Ia menilai, langkanya bensin saat ini dikarenakan Agen Premium dan Minyak Solar (APMS) yang ada di Kampung Talisayan sudah beberapa hari ini tutup.

"Kemungkinan kalau APMS nya kembali beroperasi, bensin kembali normal. Karena kondisi begini sudah biasa terjadi di sini," bebernya.(bnc)

Wartawan: Hendra Irawan/Editor: R. Amelia