Dari Sinergitas Dekranas Berau: Kemasan Menentukan Nilai Jual

 

TANJUNG REDEB – Bertempat di Balai Mufakat, Komplek Rumah Jabatan Bupati Berau, Kamis (16/03/2017) siang, Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UMK) menggelar kegiatan bertajuk ‘Sinergi Kegiatan Kementerian Koperasi dan UMK dengan Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas)’.

Kegiatan yang dirangkai dengan pelatihan kewirausahaan dan konsultasi desain, kemasan serta pemberkasan pendaftaran merek produk KUKM itu, dihadiri langsung Ketua Bidang Manajemen Usaha Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas), Ny Bintang Puspayoga.

Dari Kabupaten Berau sendiri, Bupati Berau, Muharram tampak hadir selalu mendamping Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Berau, yang tak lain adalah sang istri, Sri Juniarsih Muharram. Selain itu, terlihat juga Wakil Ketua Dekranasda Berau, Fika Yuliana, pejabat tinggi di lingkup Pemkab Berau serta undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Bupati Berau Muharram mengatakan, dukungan akan peningkatan jiwa kewirausahaan akan kerajinan inilah yang perlu diberikan kepada generasi muda, termasuk yang tergabung di Dekranasda Berau. Kemudian, dilanjutkan dengan pendidikan dan pelatihan akan bagaimana cara mengemas sebuah produk yang dapat memberikan rasa simpati dan senang kepada setiap calon pembeli.

“Tapi, kalau tidak dikemas dengan baik dan menarik sehingga menciptakan rasa simpati atau senang terhadap produk itu, ini tidak akan dilirik orang. Beda kalau misalnya barang itu sudah dikenal umum, biar kemasannya biasa-biasa saja, tetapi karena merek dagangannya sudah terkenal, maka boleh jadi pasti digemari orang,” katanya.

Dikatakannya, buah durian yang tidak dikemas dengan bagus, bahkan ketika disentuh malah berbahaya, tetapi karena dikenal akan keharuman dan kenikmatannya ketika dimakan, maka orang tetap saja membelinya. Begitu juga dengan buah apel, yang dikemas dengan bagus. Dari luar tampak mulus, ketika dimakan juga nikmat rasanya.

“Jadi, alangkah baiknya kita menggunakan filosofi apel, dibanding menggunakan filosofi durian dalam rangka untuk mengenalkan awal-awal sebuah produk. Jadi, isinya bagus, kemasannya juga bagus diluar dan cukup menarik buat kita,” katanya.

Jangan pakai filosofi kemasan seperti buah kedondong, lanjut Muharram. Sebab, buah kedondong tampak mulus diluar, tetapi begitu dibuka, rasanya asam dan berduri di dalam. Dengan begitu, diyakininya, orang hanya akan sekali membeli produk itu, ketika memunculkan image (gambaran) seperti itu juga.

“Kegiatan ini tentu saja tidak sekadar sebuah proyek ataupun pelaksanaan kegiatan yang sifatnya selesai sampai di sini, saya berharap kita ingin menjadikan Kabupaten Berau sebagai salah satu daerah yang memiliki SDA yang bisa dikelola dengan tenaga-tenaga terampil, yang cukup memiliki kepahaman akan sebuah kerajinan,” harapnya.

 

Sementara itu, Ketua Bidang Manajemen Usaha Dekranas, Ny Bintang Puspayoga saat membacakan sambutan Ketua Umum Dekranas Hj Mufidah Jusuf Kalla menilai, Kabupaten Berau memiliki potensi yang cerah untuk dikembangkan di sektor kerajinan. Oleh karena itu, kerajinan-kerajinan lain juga harus terus ditingkatkan dan dikembangkan agar mampu mengangkat Kabupaten Berau.

Tak lupa, isteri Menteri Koperasi dan UKM, Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga ini juga menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Bupati Muharram beserta seluruh jajarannya atas penyambutan yang dilakukan sebelumnya. Dimana, pihaknya menyadari akan sebuah kesibukan dan tugas yang diemban Bupati selaku pimpinan tinggi di Kabupaten Berau, namun masih dapat meluangkan waktu untuk menjemput dan mendampingi dirinya beserta rombongan.

“Terima kasih banyak, kami diterima dengan kekeluargaan, dan mudah-mudahan apa yang kita lakukan dengan semangat ini, betul-betul bermanfaat bagi kita semua,” pungkasnya.(bnc)

Wartawan: Andi Sawega/Editor: R. Amelia