Resmikan Pasar Barayak, Wabup Cerita Pengalaman Tidak Menyenangkan

 

SAMBALIUNG –  Selain Pasar Barambang Gunung Tabur, masyarakat Berau juga akan memiliki Pasar Barayak Sambaliung. Pasar rakyat bertajuk wisata kuliner di malam hari ini, resmi dibuka oleh Wakil Bupati (Wabup) Berau, Agus Tantomo pada Selasa (07/03/2017) sore.

Selain Wabup Agus Tantomo beserta istri, terlihat hadir juga Ketua DPRD Berau, Syarifatul Syadiah beserta anggota DPRD Berau lainnya, Sekda Berau, Jonie Marhansyah, Pemangku Kesultanan Sambaliung dan undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Wabup menyampaikan beberapa pesan kepada panitia penyelenggara pasar, termasuk pada seluruh pedagang yang berjualan di lokasi pasar tersebut. Diantaranya, pertama, Wabup berharap apa yang diperjual-belikan di pasar Barayak ini merupakan jajanan kuliner yang khusus, sehingga membuat orang penasaran untuk datang ke pasar tersebut.

“Karena di Tanjung Redeb tidak ada, contohnya Lakattan, Bubur Pedas, Sate Kerang. Pokoknya menu-menu yang tidak gampang dan tidak mudah ditemukan di Tanjung Redeb,” ujarnya.

BACA JUGA : Gunung Tabur Punya Pasar Barambang, Sambaliung Bakal Ada Barayak

Kedua, ia juga berpesan supaya bagaimana orang yang datang ke pasar, yang hanya buka pada malam hari di hari Rabu dan Kamis ini, bukan sekadar makan dan berbelanja. Tetapi, perlu juga diberikan hiburan tetap, sebab panitia penyelenggara juga telah menyediakan panggung permanen yang bisa dimanfaatkan sebagai panggung pentas seni dan budaya.

Hiburan yang diberikan kepada pengunjung pasar nantinya, menurut Wabup, tidak harus selalu musik. Bisa berupa pantun dan sebagainya. Mengingat, sebagian masyarakat Kecamatan Sambaliung, juga terbiasa dengan budaya pantun berbalas pantun.

“Atau, kesenian-kesenian yang selama ini mulai dilupakan, itu dihidupkan lagi. Ya kalau sekali-sekali juga mau dangdutan, tidak apa-apa. Datangkan artis KDI (Kontes Dangdut Indonesia–red),” kata mantan anggota DPRD Kaltim ini, seraya disambut tawa dan tepuk tangan oleh undangan yang hadir.

“Istri saya jadi tersenyum kalau saya menyebut artis KDI, dan kita tidak perlu repot-repot lagi kalau datangkan artis KDI, kan tidak perlu jauh-jauh dari Jakarta. 5 menit juga sampai, insya Allah bapak-ibu,” sambungnya.

Lebih lanjut, mantan Direktur Badan Pengelola Stadion Utama Palaran dan Stadion Madya Sempaja ini juga berharap, panggung yang ada di pasar Barayak dapat dimanfaatkan dengan maksimal. Baik, untuk kegiatan pentas seni, maupun ajang berkomunikasi antara anggota DPRD Berau, khususnya yang berasal dari daerah pemilihan (Dapil) Kecamatan Sambaliung dengan konstituennya.

“Kalau tuan rumah mengizinkan, saya kira tidak masalah juga. Saya kira akan banyak manfaatnya panggung ini,” harapnya.

Berbicara pasar, tak lupa Wabup juga berpesan pentingnya menjaga kebersihan, baik kebersihan lingkungan yang ada di lokasi wisata kuliner tersebut maupun kehigienisan dari penyajian jajanan kulinernya sendiri.

Sebab, bercermin pada pengalaman pribadinya saat membawa tamu yang berasal dari DKI Jakarta untuk berwisata kuliner di Tepian Tanjung Redeb, Jalan Ahmad Yani, Wabup menyaksikan sendiri kekecewaan yang dirasakan pengunjung dari luar Berau itu. Pasalnya, Sungai Segah yang dijadikan sebagai sumber air untuk mencuci, bahkan untuk minum, juga dijadikan sebagai tempat pembuangan sampah.

“Itu yang saya mohon jangan dilakukan. Saya punya pengalaman waktu membawa teman saya dari Jakarta, duduk-duduk di tepian Ahmad Yani. Ketika di jamuan, terus ditanya, Ini cuci piringnya dimana? Begitu diberitahu pakai air sungai, dia langsung berhenti makan,” kisahnya.

 

Untuk itu, Wabup telah menyiapkan beberapa solusi guna menjaga kebersihan di lokasi wisata kuliner yang ada di Kabupaten Berau. Ia akan meminta PDAM Tirta Segah untuk memasang pipa air khusus, yang bisa dipakai oleh setiap stand. Sehingga, air yang digunakan untuk mencuci dan sebagainya, merupakan air bersih,  bukan air Sungai Segah atau Sungai Kelay. Biaya penggunaan air bersih itu, diyakininya, tidak akan memberatkan pedagang yang berjualan di pasar kuliner malam tersebut.

“Tapi, yang penting adalah ini bersih, sehat serta menimbulkan rasa aman dan nyaman, dan tolong tempat-tempat sampah diadakan sehingga tidak ada alasan lagi membuang sampah ke sungai,” bebernya.

Terakhir, Wabup menegaskan, beberapa pesan yang disampaikan agar dapat dilaksanakan panitia penyelenggara pasar maupun pedagang yang berjualan. Sebab, ketika sudah berani memasang kata wisata, wisata apapun itu, maka kebersihan, kenyaman, dan keamanan menjadi hal yang tidak bisa ditawar.

“Alhamdulillah kalau sudah cukup penerangannya, tapi saya tetap berpesan, yang namanya tempat orang berkumpul, itu bisa jadi akan menimbulkan hal-hal yang tidak kita inginkan. Jadi, tetap harus ada penjaga keamanan setiap kali pasar Barayak dibuka,” tegasnya.

Sementara, Sekretaris Panitia Penyelenggara Pasar Kuliner Barayak Sambaliung, Ideramsyah Husein menjelaskan, sebanyak 412 petak yang disediakan panitia seluruhnya telah terisi penuh oleh pedagang. Setiap pedagang akan didukung dengan ketersediaan fasilitas berupa jaringan listrik dan petugas kebersihan.

“Kita kenakan pungutan sebesar Rp10 ribu per pedagang, itu termasuk kebersihan. Kita buka hanya dua malam, yakni malam Rabu dan malam Kamis, dan kami harapkan segera ada sponsorship tenda sehingga pengunjung tidak kehujanan,” pungkasnya.(bnc)

Wartawan: Andi Sawega/Editor: R. Amelia