Cuaca Buruk, Petani Cabai Mengeluh

 

TALISAYAN – Akibat tingginya intensitas hujan akhir-akhir ini, ternyata juga berdanmpak buruk pada sektor pertanian. Seperti yang terjadi pada sejumlah petani cabai yang ada di Kampung Dumaring Kecamatan Talisayan dan sejumlah kampung yang ada di Kecamatan Biatan. Karena cuaca buruk itu, sejumlah petani juga terancam gagal panen.

Hal ini dikatakan salah seorang petani asal Kampung Dumaring Kecamatan Talisayan, Wahyu. Ia mengatakan, karena curah hujan tinggi beberapa waktu terakhir membuat banyak tanaman cabainya mengalami kerusakan.

Untuk merangsang perkembangan cabai yang ia tanam di sekitar lahan kurang 50x50 meter persegi tersebut, dirinya melakukan penyemprotan pestisida, dan penambahan pupuk agar cabai yang tadinya mengalami kerusakan, dapat kembali normal.

Terlebih lanjut dia, tanaman cabai merupakan tanaman yang cukup berbeda dengan tanaman jenis lain. Hal itu disebabkan, tanaman jenis ini tidak tahan terhadap air yang berlebih, apalagi pohon cabainya sampai terendam.

“Ada beberapa yang bisa bertahan, ada juga yang mati layu. Memang jumlah yang kita tanam hanya sekitar setengah hektar saja, tapi kalau buahnya jadi semua, hasilnya juga lumayan,” ungkapnya.

Sementara itu, salah seorang petani di sejumlah kampung di Kecamatan Biatan juga mengalami hal serupa. Misalnya saja, di Kampung Biatan Ilir yang juga mengalami kerusakan akibat cuaca tidak menentu.

Haris misalnya, ia mengatakan buruknya cuaca memberikan dampak buruk pada pertanian cabai yang ia tanam. Apalagi saat ini diakuinya dengan harga cabai yang merosot tajam, bahkan tak lebih dari 40 ribu rupiah membuat dirinya mengaku rugi.

"Memang jika dilihat, jelas tidak untung. Meskipun ongkos perawatan tidak begitu mahal, tapi jika melihat hasilnya jelas kita merasa kecewa," bebernya.

Sementara itu Kepala Kampung Biatan Ilir Abdul Hafid mengatakan, saat intensitas hujan tinggi di wilayahnya memang membuat sejumlah petani mengeluh, khususnya petani cabai.

"Ini disebabkan cuaca yang sering tidak normal, makanya berdampak pada tanaman cabai di sini," tandasnya.(bnc)

Wartawan: Hendra Irawan/Editor: R. Amelia