Petani Berlomba Panen Padi dengan Monyet

 

BATU PUTIH – Sebagian masyarakat Kampung Tembudan yang bertani di wilayah kilometer 25 dan 28 mengeluh, lantaran serangan hama monyet beruk. Sebab, semenjak tibanya musim panen padi, tidak sedikit banyak padi yang sudah siap panen, rusak diakibatkan sekelompok monyet.

Karena serangan hama tersebut, sejumlah petani terancam gagal panen akibat tanaman padinya banyak rusak. Seperti yang disampaikan Kurdiah, salah seorang petani di sana. Akibat serangan monyet itu, banyak padinya yang rebah. Padahal, padi tersebut beberapa hari lagi sudah siap dipanen.

“Pohon padinya rebah karena diserang monyet. Hanya sebagian saja yang masih berdiri karena kita jaga terus,” ungkapnya pada beraunews.com, Minggu (26/02/2017).

Khawatir tanaman padinya bertambah rusak, akhirnya dirinya memutuskan untuk memanen padinya lebih cepat dari yang diprediksi.

“Kalau sudah ada sebagian yang berwarna kuning, kita potong saja meski masih ada padinya yang masih muda. Harus cepat-cepatan kita dengan monyet. Jika kita tunggu sampai beberapa hari ke depan, bisa rusak semua nanti, tidak ada yang kita dapat,” bebernya.

Dijelaskannya, sebenarnya hama monyet ini tidak hanya terjadi saat musim panen padi tiba. Tetapi, beberapa bulan lalu saat padi sudah tumbuh kurang dari satu meter, hama tersebut juga kerap menyerang. Namun diakuinya yang terparah, saat musim panen seperti sekarang.

“Biasanya monyetnya datang berkelompok, waktu pagi, siang dan sore, makan padi dari berbagai arah. Jumlahnya bisa sampai puluhan, kita tidak berani mengusir, karena setiap kali diusir monyetnya pasti melawan, apalagi ada yang ukurannya sebesar anjing dewasa,” ujarnya.

Sementara itu, salah seorang petani lainnya, Ramian, juga mengungkapkan senada. Menurutnya hama monyet sudah sering kali dikeluhkan petani dan sampai sekarang belum ada cara yang tepat untuk menangani hama tersebut. Bahkan dalam upayanya meminimalisir serangan hama monyet tersebut, dirinya bahkan bermalam guna menjaga padinya.

“Ya paling hanya kita tunggui saja, kalau ada datang kita usir semampu kita, kalau tidak bisa ya dibiarkan saja. Soalnya mau didekati, kita juga tidak berani. Memang sampai sekarang kita tidak tahu cara yang pas untuk mencegah serangan binatang ini,” tandasnya.(bnc)

Wartawan: Hendra Irawan/Editor: R. Amelia