Ini Penyebab Harga Barang di Berau Mahal

 

TANJUNG REDEB – Salah satu penyebab tingginya harga barang di Berau, merupakan dampak dari minimnya muatan balik yang diterima pihak perusahaan kontainer atau peti kemas. Hal itu disampaikan General Manager PT Pelindo IV (Persero) Cabang Tanjung Redeb Berau, Hardin Hasjim, saat ditemui beraunews.com, di ruang kerjanya, Selasa (14/02/2017).

Dikatakannya, presentase angka muatan balik yang diterima perusahaan peti kemas di Berau sangat rendah, yakni di kisaran angka 8 persen per tahunnya. Hal tersebut yang menjadi faktor pihak perusahaan peti kemas menetapkan biaya angkut menjadi lebih tinggi. Padahal, menurutnya biaya angkut tersebut akan jauh lebih murah ketika ada muatan balik yang diterima perusahaan peti kemas.

“Sangat kecil sekali angkanya. Apalagi jika dibandingkan dengan daerah lain yang bisa mencapai 40 persen untuk muatan baliknya,” ungkapnya.

Selain menjadi faktor tingginya harga barang, minimnya muatan balik tersebut juga menggambarkan pola hidup masyarakat Berau yang lebih konsumtif.

“Dengan angka 8 persen ini, jelas bahwa kita ini sebenarnya mayoritas konsumtif ketimbang produktif. Dari muatan balik yang keluar Berau itupun hanya seperti besi tua ataupun barang-barang bekas saja,” ucapnya.

Terkait kondisi tersebut, ia mengaku telah mencoba mendiskusikan hal tersebut dengan Bupati Berau, Muharram. Meski belum menemukan langkah yang tepat untuk mengatasi hal tersebut, namun ia mengaku akan mengusahakan agar Berau dapat menjadi salah satu daerah yang termasuk ke dalam daerah dengan harga barang relatif rendah.

“Meskipun pintu masuk dan keluar barang tidak hanya melalui pelabuhan, namun saya yakin yang terbanyak adalah melalui pelabuhan. Angka ini saya rasa sudah bisa mewakili arus muatan balik di Berau yang masih minim. Semoga ke depan muatan balik ini bisa diperbesar angkanya, karena pasti pihak perusahaan peti kemas juga akan menghitung lebih murah kalau ada muatan baliknya,” tandasnya.(bnc)

Wartawan: Marta/Editor: R. Amelia