Ratusan Massa Demo PT TBP Plantation

 

TALISAYAN – Senin (13/02/2017) sekitar pukul 10.00 Wita, ratusan massa atau buruh yang dipimpin Suyadi selaku Ketua DPC Federasi Industri, Kesehatan, Energi dan Pertambangan (FIKEP) SBSI Berau, melakukan unjuk rasa (unras) di halaman kantor PT Tanjung Buyu Perkasa (TBP) Plantation TS 1 Site Tehem, Kampung Capuak Kecamatan Talisayan. Unjuk rasa tersebut dilakukan, lantaran perusahaan dinilai berbuat tidak adil kepada sejumlah buruh yang berada di bawah naungan SBSI.

Berdasarkan pantauan di lapangan, guna mengantisipasi hal yang tidak diinginkan, puluhan personel yang terdiri dari Koramil Talisayan, Polsek Talisayan, Polsek Biduk-Biduk, serta sejumlah bantuan personel dari Polsek Tabalar siap siaga di lokasi unras.

Setelah kurang lebih 1 jam berorasi, akhirnya 7 perwakilan dari SBSI, dan pihak manajemen melakukan pertemuan membahas permasalahan yang dituntutkan. Suyadi menyampaikan, dalam mediasi tersebut setidaknya ada beberapa poin yang menjadi pembahasan yakni, terkait PHK sepihak oleh perusahaan terhadap 10 pekerja yang bernaung di bawah SBSI sejak 2014 lalu tanpa pembayaran pesangon. Hanya, berdasarkan penjelasan dari manajemen perusahaan, 10 orang pekerja tersebut sudah diperkerjakan kembali.

“Kita juga meminta kepada pihak perusahaan untuk membuatkan surat pembatalan PHK secara tertulis. Terkait tuntutan itu, pihak perusahaan sudah menyepakati itu, dan akan membuat surat tersebut,” katanya kepada beraunews.com.

Tak hanya itu, pihaknya juga mempertanyakan pemotongan iuran BPJS, dan bukti setoran PPH21. Sebab kata dia, tidak ada bukti dari pemotongan itu. Apalagi, pekerja juga tidak memiliki kartu BPJS, bahkan potongan pajak juga tidak ada NPWP nya.

Disamping itu, pihaknya juga menemukan kejanggalan terhadap pemotongan PPH21, dan BPJS yang dilakukan oleh pihak perusahaan. Menurutnya, pemotongan tersebut tidak disetorkan ke daerah, melainkan ke pusat.

“Itu juga tidak ada bukti, makanya kita meminta data. Kalau memang betul, hasil dari pemotongan itu disetor ke pusat, mana buktinya? Nah itu kita belum mendapatkan bukti. Namun manajemen mengatakan, akan mengeluarkan surat bukti penyetoran itu, baik pajak maupun BPJS,” tuturnya.

Sementara itu, pihak manajemen perusahaan yang saat itu diwakili oleh manajer Kebun TS 1 Hama Radia, Heri Kasi TS 2, perwakilan Sekretaris TS 1, Sekretaris Manajer I Wayan S menyebutkan, untuk BPJS bidang ketenagakerjaan, kesehatan, kematian, hari tua dan pensiunan, disebutkan semuanya sudah mengikuti ketentuan yang ada, dan dananya sudah disetorkan ke BPJS. Hanya, ada beberapa kendala yaitu kartu BPJS blm bisa dicetak.

Bahkan, bagi para karyawan yang belum memiliki KTP Elektronik, pihak perusahaan tetap akan membantu kepengurusannya. Terkait NPWP, akan tetap di proses kepengurusannya oleh pihak perusahaan ke pihak instansi terkait.

Sementara itu, sekitar pukul 13.35 Wita, massa yang melakukan unjuk rasa tersebut membubarkan diri. Selama jalannya unras, juga berlangsung tertib dan damai.(bnc)

Wartawan: Hendra Irawan/Editor: R. Amelia