Baru Seminggu, SIM Hore Kukuhkan Kenaikan Pajak 33,9 Persen

 

TANJUNG REDEB – Aplikasi mobile berbasis android untuk Sistem Informasi Pajak Hotel dan Restoran (SIM Hore) yang di-launching oleh Bupati Berau Muharram pada Agustus 2016 lalu, telah diakui sebagai inovasi terbaik III dengan predikat sangat memuaskan.

Inovasi perubahan gagasan Kepala Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Berau yang kini menjadi Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Berau, Maulidiyah itu, mampu bersaing dengan 60 inovasi lainnya dan keluar sebagai inovasi terbaik III karena dianggap baru dan pertama di Indonesia. Namun, yang menjadi pertanyaan sekarang ini ialah bagaimana realisasi aplikasi SIM Hore itu sendiri di Kabupaten Berau?

Menanggapi hal itu, Maulidiyah mengungkapkan, guna mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), khususnya dari pajak daerah di tahun 2017, saat ini pihaknya telah menerapkan penggunaan aplikasi SIM Hore tersebut dalam pengelolaan pajak hotel dan restoran yang ada di Kabupaten Berau.

Sebagai informasi, aplikasi itu mulai dilaksanakan pada Senin (9/01/2017) lalu. Dimana, pelayanan pajak berbasis android itu masih hanya untuk dua jenis pajak yakni pajak hotel dan pajak restoran. Sementara, untuk pajak lainnya baru berbasis website. Namun, pengelolaan pajak daerah itu masih dapat dilakukan secara manual, jika wajib pajak menyambangi langsung Kantor Bapenda Berau.

“Ini terlihat sekali peningkatannya jika kita bandingkan dengan tahun 2016 lalu, walaupun ini baru satu minggu yakni dari tanggal 9 sampai 13 Januari. Ini memang perlu waktu untuk saya bisa menganalisa kenaikannya,” ungkapnya saat ditemui beraunews.com di ruang kerjanya, Senin (23/01/2017) siang.

Berdasarkan data penerimaan pajak hotel dan restoran di minggu perdana tahun 2017, jelas Maulidiyah, telah terjadi kenaikan penerimaan pajak hotel dan restoran sekitar 33,9 persen. Angka itu diperoleh jika dibandingkan dengan penerimaan pajak hotel dan restoran pada rentan waktu yang sama yakni yang terhitung sejak tanggal 9 hingga 13 Januari 2016 lalu.

“Ada kenaikan sebesar Rp120 juta jika dibandingkan dari tahun 2016 di rentang waktu yang sama,” jelasnya.

Selain itu, lanjut Maulidiyah, wajib pajak hotel dan restoran yang melaporkan bidang usahanya juga turut mengalami peningkatan jumlah yang cukup signifikan. Pada tahun 2016 lalu, jumlah hotel yang melapor ke Bapenda baru 11 hotel. Kini di tahun 2017, ada 14 hotel yang yang berupaya menggugurkan kewajibannya sebagai wajib pajak.

Untuk restoran, jumlah yang melapor ke Bapenda di tahun 2016 yakni 15 restoran. Kini jumlah itu bertambah menjadi 36 restoran yang telah terintegrasi dengan aplikasi SIM Hore dan tapping box. Tapping box merupakan sistem pengawasan setiap transaksi yang dilakukan wajib pajak, khususnya hotel dan restoran dan tercatat langsung di Bapenda Berau.

“Akhirnya, dengan bertambahnya jumlah wajib pajak yang melaporkan, secara otomatis nilai pajak pun turut meningkat dari tahun ke tahunnya,” pungkasnya.(bnc)

Wartawan: Andi Sawega/Editor: R. Amelia