Waduh, Satpam dan Pedagang Pasar SAD Digelandang Ke Kantor Polisi

TELUK BAYUR – Puluhan pedagang dan satpam pasar Sanggam Adji Dilayas (SAD) terpaksa diamankan ke Mapolsek Teluk Bayur. Pengamanan tersebut dilakukan lantaran terjadi kesalahpahaman antara pedagang dengan Satpam yang berujung dengan aksi dorong-dorongan.

Kapolsek Teluk Bayur, AKP Tatok Tri Haryanto mengatakan, kejadian ini bermula saat satpam pasar mendengar suara ledakan sejenis petasan dari dalam pasar basah. Kemudian satpam mendatangi dan menanyakan asal mula ledakan tersebut, namun bukannya menjawab, para pedagang justru menanyakan masalah jam operasi pasar subuh yang diberi waktu hingga pukul 07.00 Wita.

"Ini hanya miskomunikasi (salah paham-red) saja antara satpam dan pedagang. Karena satpam mau mempertanyakan dari mana asal usul suara ledakan, tapi para pedagang malah mempertanyakan hal yang lain," ungkapnya saat ditemui beraunews.com di Polsek Teluk Bayur, pagi tadi.

Dikatakannya, lantaran sempat saling adu argumen, satpam dan pedagang sempat saling dorong dan mengakibatkan adanya tepisan tangan dari oknum pedagang maupun oknum satpam. Hal itu yang menjadi permasalah saat ini.

"Biasa lah, karena dorong-dorongan terjadi tepisan tangan yang akibatnya kena di bagian kepala. Namun ada asumsi bahwa itu memukul, padahal tidak ada unsur pemukulan," tambahnya.

Akibat kejadian itu, puluhan satpam yang ada saat kejadian serta para pedagang dibawa ke Mapolsek Teluk Batur untuk dimintai keterangan dan dilakukan mediasi. Para satpam dan pedagang pun diminta untuk membuat surat pernyataan agar tidak mengulangi perbuatan mereka.

"Kita mediasi saja mereka agar kedepannya tidak melakukan perbuatan serupa dan diharapkan mereka bisa bekerjasama dalam menciptakan situasi yang aman dan kondusif di wilayah Pasar SAD," terangnya.

Salah seorang pedagang, Zainuddin mengatakan, saat kejadian ia tidak tahu permasalahan awal. Namun karena ia melihat ibu-ibu di dorong oleh oknum satpam, maka ia berupaya melerai. Namun saat ia melerai, ada 1 oknum satpam lain yang menarik bajunya dari belakang.

"Memang kami sempat mempertanyakan masalah pasar subuh itu, hanya saat kejadian saya tidak tahu awalnya bagaimana. Tapi karena saya melihat ada ibu-ibu di dorong ya saya berusaha melerai, tapi ada satpam lain menarik baju saya dan saya berusaha melepaskan, namun tangan saya mengenai kepala satpam itu," katanya

Dikonfirmasi terpisah, terkait pertanyaan pedagang pasar basah soal jam operasi pasar subuh, Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pasar SAD, Salahuddin mengatakan, jika hal itu sudah merupakan kebijakan dari Bupati Berau, Muharram. Dalam hal ini, pihak UPTD hanya menjalakan apa yang menjadi kebijakan tersebut.

"Sudah saya sampaikan juga kemarin kepada pedagang masalah ini. Kalau sudah kebijakannya seperti ini, kita mau bagaimana lagi. Meski sudah diberi tambahan waktu 1 jam dari sebelumnya, para pedagang pasar subuh juga masih molor, hingga pukul 07.00 Wita lewat masih berantakan," pungkasnya.(dws)