Bapenda Terus Upayakan Peningkatan Pendapatan Pajak Daerah

 

TANJUNG REDEB – Total nilai Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang berasal dari penarikan pajak daerah, meningkat cukup signifikan dari tahun 2015 ke 2016 lalu. Hal ini diungkapkan Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Berau, Maulidiyah saat ditemui beraunews.com, Kamis (19/01/2017).

Ada 11 unsur yang menjadi sumber pemasukan pendapatan pajak daerah, yakni pajak hotel, restoran, hiburan, reklame, penerangan jalan, mineral bukan logam dan batuan, parkir, air tanah, sarang burung walet, Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBBP2), dan Biaya Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB).

Diantara unsur tersebut, ada 7 unsur yang memenuhi target, sementara ke-4 unsur lainnya masih jauh, bahkan menurun dari yang ditargetkan. Keempat unsur tersebut adalah, pajak mineral bukan logam dan batuan terutama tambang galian C. Selain itu, pajak air tanah, sarang walet dan BPHTB juga menurun.

Dijelaskannya, faktor menurunnya pendapatan pajak dari pajak mineral bukan logam ialah, karena beberapa masalah yang terjadi di tahun 2016, diantaranya banyaknya kontrak yang dibatalkan akibat defisit anggaran. Selain itu, pengaruh perubahan Undang-Undang Nomor 23/2014 tentang Pemerintahan Daerah, yang mengalihkan izin tambang ke Provinsi, dan juga banyaknya izin tambang yang telah berakhir.

"Kalau menurunnya pajak air tanah, kebanyakan karena mereka ada yang punya potensi tapi tidak punya izin, dan ada yang punya izin tapi potensinya tidak banyak, otomatis kami tidak bisa menarik pajaknya. Tapi kami juga sudah menganjurkan mereka untuk mengurus izin," katanya.

Sementara penurunan pendapatan pajak dari sarang walet merupakan dampak dari berkurangnya potensi sarang walet, yang mengakibatkan sedikitnya penghasilan yang dihasilkan oleh para wajib pajak.

Namun, menurunnya pendapatan pajak dari unsur-unsur tersebut dapat tertutupi dengan meningkatnya pajak yang berasal dari beberapa unsur lain, seperti hotel dan restoran. Dari data yang dimiliki Bapenda, perolehan pajak hotel meningkat hingga 106 persen, sedangkan pajak restoran meningkat sangat drastis, yakni sekitar 115 persen.

Meningkatnya pendapatan pajak tersebut, dikatakannya merupakan dampak dari terobosan yang dilakukan Bapenda kepada wajib pajak dengan menggunakam sistem tapping box. Tapping box tersebut merupakan sebuah sistem yang digunakan Bapenda untuk mengetahui transaksi yang terjadi pada wajib pajak, sehingga apapun hasil transaksi akan selalu berimbang dengan data yang dimiliki oleh Bapenda, untuk melakukan penarikan pajak kepada wajib pajak. Sistem tersebut digunakan Bapenda sejak November 2016 lalu.

"Memang cukup terbantukan dengan meningkatnya nilai pajak dari beberapa unsur lain itu. Dan tidak bisa dipungkiri, bahwa kepatuhan mereka membayar pajak ini juga didorong oleh sistem tapping box yang kita pasang di setiap wajib pajak. Jadi semua transaksi mereka akan ketahuan di sana, jadi tidak bisa lagi melaporkan kekayaan fiktif agar pajak juga jadi sedikit," ujarnya.

Peningkatan nilai pendapatan pajak daerah tersebut secara keseluruhan mencapai total Rp39,05 miliar dari target awal sekitar Rp36,92 miliar atau mengalami peningkatan sekitar 105,76 persen.

Sementara itu, nilai PAD keseluruhan pada tahun 2016 mencapai Rp304,96 miliar dari target yang ditetapkan sekitar Rp198,34 atau mengalami peningkatan sekitar 153,76 persen.

"Namun nilai ini akan terus kita upayakan agar dapat meningkat di tahun 2017," tandasnya.(bnc)

Wartawan: Marta/Editor: R. Amelia