Stok Sembako Dipastikan Aman Hingga Lebaran

TANJUNG REDEB – Dinas Koperasi, Perindustian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Berau pastikan stok sembako aman dipasaran hingga hari Raya Idul Fitri 1437 Hijriah.
 
“Kalau untuk sembako, stok jelang lebaran aman,” kata Kabid Perdagangan Diskoperindag Berau, Jaka Siswanta saat dihubungi beraunews.com, Kamis (16/6/2016).

Dikatakan Jaka, salah satu upaya yang dilakukan pihaknya, guna menjaga ketersediaan sembako tersebut, saat ini telah dilakukan inspeksi mendadak (sidak) di beberapa mini market di Kecamatan Tanjung Redeb dan beberapa kecamatan lainnya. Sidak yang dibantu beberapa pihak terkait ini, berguna untuk mengantisipasi adanya pedagang yang berani menimbun barang.

“Kami juga lakukan pengecekan sembako seperti beras di toko-toko. Apakah ada pedagang yang terindikasi mengoplos atau tidak, ternyata tidak ada,” jelasnya.

Namun, untuk gula pasir, kata Jaka, kenaikan harga dipasaran merupakan kendala tersendiri saat ini. Dimana kenaikan harga gula pasir tersebut cukup signifikan yang diakibatkan dari tingginya harga jual dari distributor yang rata-rata berasal dari Surabaya.

“Hanya gula, yang memang kami tidak bisa berbuat apa-apa. Sebab memang harga dari sananya sudah mahal,” ungkapnya.

Terkait hasil dari sidak yang dilakukan, Jaka mengatakan, pihaknya hanya menemukan beberapa barang yang sudah tidak layak konsumsi atau telah memasuki masa kaduluarsa. Selain itu, para pembeli dihimbau untuk selalu teliti ketika akan membeli barang dagangan, terutama melihat masa kadaluarsa yang tercantum disetiap kemasan barang dagang.

“Hanya mie instant sebanyak 10 bungkus yang kami dapatkan sudah expired (kadaluarsa-red), tetapi bukan karena disengaja. Melainkan, tertimbun dengan barang dagangan yang baru,” bebernya.

Terkait pendindakan kepada oknum pedagang yang menimbun barang dagangan, Jaka mengatakan, hal itu merupakan ranahnya Polres Berau. Selain itu, apabila dalam melakukan pengawasan ditemukan barang dagang yang tidak layak konsumsi akibat kadaluarsa atau kemasan yang rusak, pihaknya akan melakukan tindakan tegas dengan langsung menyinta dan memusnahkan barang tersebut.

“Itu sudah menjadi ranahnya Kepolisian terkait oknum pedagang yang menimbun barang. Kalau kami disini, hanya sebatas melakukan pengawasan seperti tanggal kadaluarsa serta kemasannya, apakah itu rusak dan sebagainya. Yang jelas, jika kami temukan barang kadaluarsa atau tidak layak konsumsi, maka akan kami musnahkan,” pungkasnya.(sai)