Kepala Kampung di Biduk-Biduk Dukung Penuh Rencana Industri Semen

 

SAMARINDA – Terkait rencana industri pabrik semen yang akan dibuka di Kampung Teluk Sumbang Kecamatan Biduk-Biduk, sepertinya akan berjalan lancar. Meski sebelumnya banyak pihak yang menolak rencana itu, namun kini terus mendapatkan dukungan.

Disampaikan Kepala Kampung Giring-Giring Irvand Kiay, rencana industri semen di Kampung Teluk Sumbang, saat ini bukan masalah lagi. Pasalnya, pemerintah kampung yang ada di Kecamatan Biduk-Biduk sudah sepakat mendukung.

"Dan itu juga sudah dituangkan dalam hitam di atas putih, bahwa kami mendukung sepenuhnya. Dalam silaturahmi kita dengan Gubernur Kaltim, kita juga sampaikan dukungan rencana itu, dan meminta agar prosesnya dipercepat," ujarnya.

BACA JUGA : 5 Kepala Kampung di Biduk-Biduk Temui Gubernur Kaltim

Ia mengatakan, sebenarnya rencana industri semen itu sudah bertahun-tahun lamanya dinanti-nantikan warga di wilayah Kecamatan Biduk-Biduk, khususnya warga dikampungnya, dan di Kampung Teluk Sumbang.

Ia menilai, dengan keberadaan industri semen tersebut, dirinya yakin Kecamatan Biduk-Biduk akan lebih berkembang. Terlebih dalam peningkatan ekonomi masyarakat yang berada di sekitar Hak Guna Usaha (HGU) tambang, pasti akan sangat terlihat. Ia juga yakin nantinya aktivitas tersebut tidak akan berdampak serius bagi ekosistem sekitar, khususnya objek pariwisata.

"Karena itu kan sudah dikaji dan sudah sesuai dengan RTRW (Rencana Tata Ruang Wilayah). Nah, dalam penentuan wilayah industri di dalam RTRW tentu tidak sembarangan, juga ada mekanisme khusus, serta kajian-kajian mendalam terkait itu. Saya kira tidak masalah, dan ini juga merupakan program dari Gubernur Kaltim dalam membangun ekonomi di Kalimantan Timur," terangnya.

BACA JUGA : 27 Kepala Kampung Dukung Rencana Pabrik Semen Berau

Bahkan disampaikannya, Gubernur akan membuat sebuah forum terkait industri semen di Biduk-Biduk dengan melibatkan tokoh masyarakat dan pemerintah kampung.

"Di forum itu, pihak investor akan terbuka, terkait besar modal yang akan digunakan, dan darimana sumber modal itu dan lain sebagainya. Masyarakat juga harus tahu hal itu," bebernya.

Saat ditanya soal penolakan yang disuarakan oleh pihak tertentu, ia menilai hal itu wajar dan merupakan dinamika dari demokrasi. Namun, dirinya berharap, pihak-pihak yang selalu menolak rencana industri tersebut untuk melihat dari sudut pandang lain. Meskipun diakuinya saat ini tim dari provinsi masih melakukan kajian mendalam terkait dampak yang akan ditimbulkan jika nanti industri tersebut jadi dibangun.

"Jadi kita serahkan saja ke Pemprov. Namun harapan kami rencana itu dapat diwujudkan tahun ini," pungkasnya.(bnc)

Wartawan: Hendra Irawan/Editor: R. Amelia