Kawal Amdal Pabrik Semen

 

TANJUNG REDEB – Rencana pembangunan pabrik semen di Kampung Teluk Sumbang, Kecamatan Biduk-Biduk, oleh PT Alam Bhana Lestari (ABL) dan PT Semen Kaltim, ditanggapi Anggota Komisi I DPRD Kaltim, Rusianto, saat berkunjung ke Berau, beberapa waktu lalu.

Disampaikan pria yang akrab disapa Kiank tersebut, keberadaan investor akan memberikan dampak yang sangat baik bagi perkembangan ekonomi Berau. Khususnya perputaran uang di daerah tersebut, juga akan sangat meningkat. Selain itu, tersedianya lapangan pekerjaan juga menjadi salah satu dampak positif.

Namun, meski begitu setiap investor yang masuk harus benar-benar memenuhi syarat dan tidak melanggar aturan-aturan yang ada, termasuk Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW).

"Kalau saya berpikir sederhana saja, kalau investor masuk ke daerah, otomatis akan memberikan dampak seperti perputaran uang dan penyerapan tenaga kerja. Termasuk investasi semen ini, selama ini saya belum melihat efek sampingnya," ucapnya.

BACA JUGA : Puluhan Kepala Kampung Minta Gubernur dan Bupati Desak Pabrik Semen Segera Masuk

Dalam pandangannya, keberadaan investor dan potensi pariwisata yang ada, dapat dijalankan secara bersamaan. Dengan cara memetakan dimana saja lokasi yang memang diperbolehkan untuk industri dan dimana lokasi yang menjadi bagian untuk pengembangan wisata.

"Yang jelas kan ada RTRW-nya. Dan pemerintah pun tidak mungkin mengeluarkan legalitas kalau belum mencukupi syarat dan mengacu pada RTRW. Artinya, ini bisa berjalan bersamaan. Asal tidak melanggar dimana lokasi yang telah masuk ke dalam RTRW," ucapnya.

Ia pun berharap, dalam presentasi Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) ke depan harus dilaksanakan dengan transparan dan melibatkan pihak-pihak yang memang memiliki kualifikasi terhadap amdal tersebut. Ia pun meminta agar masyarakat tidak lagi khawatir terhadap rencana pembangunan pabrik semen.

"Karena dampaknya terhadap ekonomi memang sangat bagus. Dari amdal pasti nanti diketahui, dan nanti amdalnya juga pasti akan dipresentasikan. Serahkan saja semua kepada pemerintah yang berwenang, tapi tetap kawal amdalnya. Dan yang paling penting adalah pada saat amdal dipresentasikan, upayakan orang yang hadir memang orang yang benar -benar mengerti," tandasnya.(bnc)

Wartawan: Marta/Editor: R. Amelia