Harga Cabai Makin Pedas, Disperindagkop Diminta Memantau

 

TANJUNG REDEB – Sejak penghujung tahun 2016 lalu, hingga memasuki awal tahun 2017, sejumlah bahan pokok mengalami kenaikan harga yang cukup fantastis. Salah satunya, yang saat ini menjadi keresahan para pembeli ialah kenaikan harga cabai tiung dan cabai rawit yang mencapai lebih dari 50 persen.

Dari pantauan yang dilakukan beraunews.com, di Pasar Sanggam Adji Dilayas (SAD), Teluk Bayur, maupun Pasar Rakyat Senja, Sambaliung, harga cabai bervariatif. Ada yang menjual dengan harga Rp80-Rp90 ribu per kilogram (kg), adapula yang menjual dengan harga Rp120 ribu per kg, mengikuti kualitas cabai yang ditawarkan.

Disebutkan Mila, salah seorang pedagang sayur di Pasar Rakyat Senja, kenaikan harga cabai telah berlangsung sejak seminggu menjelang pergantian tahun. Alasannya, hasil panen petani cabai menurun drastis akibat cuaca tidak menentu, yang mengakibatkan sebagian tanaman cabai membusuk dan tidak dapat dipanen.

“Panennya tidak maksimal. Jadi berpengaruh sama jumlah panen dan yang didistribusikan ke pasaran. Makanya harganya cukup tinggi, sampai sekarang belum normal lagi harganya. Harga normal itu biasanya antara Rp40-Rp50 ribu saja per kg, sudah dapat cabai kualitas bagus,” ucapnya kepada beraunews.com, Jumat (06/01/2017).

Sementara itu, pedagang lain, Halimah menyebutkan, dirinya kerap diprotes oleh pembeli akibat harga cabai yang dinilai terlalu mahal. Namun, ia pun menjelaskan bahwa kenaikan harga bukan semata-mata dari pedagang seperti dirinya, melainkan dari para petani yang memang mulai kesulitan terhadap hasil panen mereka.

“Ya, kadang pembeli banyak yang kaget dengar harganya segitu. Padahal memang sedang dalam masa sulit panen. Tapi namanya kebutuhan, mau tidak mau ya tetap dibeli juga,” katanya.

Sementara itu, pembeli bernama Eka mengungkapkan, dirinya khawatir kenaikan harga cabai terus terjadi hingga berbulan-bulan. Sehingga ia pun meminta kepada Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) untuk turun tangan dalam memantau harga cabai yang saat ini kenaikannya cukup signifikan.

“Kalau di beberapa daerah lain, saya lihat di berita, harganya sudah ada yang mencapai Rp200-Rp250 ribu per kg. Itu sangat mengerikan bagi kita ibu rumah tangga utamanya. Apalagi bagi pemilik warung makan atau usaha kuliner yang memang membutuhkan cabai tersebut. Jadi, sebelum kondisi seperti ini dimanfaatkan oleh para pedagang untuk meraup untung, ada baiknya pihak terkait dengan perdagangan untuk memantau langsung ke lapangan,” harapnya.(bnc)

Wartawan: Marta/Editor: R. Amelia