Momen Malam Pergantian Tahun, Petani Jagung Untung Berlipat

 

BATU PUTIH – Bukan tahun baru namanya jika tidak identik dengan bakar-bakar jagung. Pasalnya, setiap merayakan momen tersebut, tak lengkap rasanya jika tidak mencicipi jagung bersama keluarga atau bersama teman di halaman rumah. Alhasil, dengan momen tersebut secara tidak langsung memberikan dampak tersendiri bagi para petani jagung.

Eni, salah seorang petani yang ada di kampung tersebut menyampaikan, dengan momen pergantian tahun baru, dirinya mendapatkan keuntungan 3 kali lipat dari hari biasanya.

Bahkan, Sabtu (31/12/2016) pagi, setidaknya cukup banyak pembeli yang datang membeli jagung. Harga yang murah hanya Rp1.000 per tongkol membuat jagung yang ia jual, laris di borong pembeli. Dari sekian pembeli tersebut, lanjut dia, sebagian besar berasal dari luar Kecamatan Batu Putih.

"Tadi ada yang beli lebih dari tiga ratus tongkol untuk di bawa ke Talisayan, ada juga yang membeli untuk dibawa ke Biduk-Biduk," ungkapnya kepada beraunews.com.

Disamping itu, ada juga pembeli yang sudah jauh-jauh hari memesan jagung tersebut untuk digunakan dalam perayaan malam tahun baru. Dengan penjualan tersebut, dirinya mendapatkan untung berlipat dari biasanya.

"Kalau hari-hari biasanya, hanya bisa laku 50 sampai 100 tongkol sekarang bisa 400 sampai 500 tongkol," bebernya.

 

Sementara itu Saruna, petani jagung lainnya, juga mengatakan senada. Bahkan, tanaman jagung miliknya sehari dua hari sebelum malam pergantian tahun, langsung diborong pembeli.

"Kamis (29/12/2016) kemarin sudah habis dibeli orang," jelasnya.

Menurutnya, dengan momen tahun baru, memberikan manfaat tersendiri bagi petani, khususnya petani jagung.

"Yang jelas kita senang, karena jagung yang kita tanam terjual habis. Dan ini sangat menguntungkan bagi kami para petani," tandasnya.(Hendra Irawan)