Musim Kemarau Pengaruhi Hasil Produksi Padi

 

TANJUNG REDEB – Hasil produksi pertanian di beberapa Kecamatan yang ada di Kabupaten Berau mengalami penurunan, akibat musim kemarau yang melanda beberapa waktu terakhir. Jenis komoditi yang menunjukkan penurunan sejak tahun 2014 hingga 2015, antara lain padi sawah dan padi ladang.

"Dari data yang kita punya, yakni tahun 2014 dan tahun 2015, penurunan yang sangat tampak itu terjadi pada hasil produksi padi, baik padi ladang dan padi sawah," ungkap Kepala Seksi Pengembangan Statistik Dinas Pertanian Pertanian dan Peternakan, Ika Retno Wati, saat dikunjungi beraunews.com, Selasa (27/12/2016).

Berdasarkan data tahun 2014, jumlah produksi padi sawah di 13 Kecamatan menunjukkan angka 22,112 ton. Sementara pada tahun 2015, hasil produksi mencapai 20,928 ton. Untuk padi ladang, hasil produksi pada tahun 2014 mencapai 21,060 ton, namun menurun drastis pada tahun 2015 yang hanya mencapai 16,512 ton.

"Penurunan ini terjadi akibat pengaruh musim panas yang membuat banyak benih padi jadi hampa atau kosong pada saat ditanam. Itu salah satu penyebab paling besarnya," ujarnya.

Pada tahun 2016 kemungkinan besar hasil produksi padi dari beberapa kecamatan diprediksi turut menurun dari tahun sebelumnya.

"Sementara ini data untuk hasil produksi di tahun 2016 belum bisa dipastikan, karena belum habis masa 2016. Tapi kemungkinan besar produksi padi juga masih tetap menurun, terutama padi ladang," katanya.

Jenis komoditi lain, seperti jagung dan kedelai, justru mengalami peningkatan hasil produksi dari tahun ke tahun. Hal itu, dibenarkan dengan data yang dihimpun oleh Dinas Pertanian yang menunjukkan hasil produksi jagung pada tahun 2014 sekitar 3,990 ton dan pada tahun 2015 sekitar 4,555 ton. Sedangkan hasil produksi kedelai pada tahun 2014 mencapai 652 ton dan pada tahun 2015 mencapai 1,011 ton.

"Untuk jagung tiap tahun pasti bertambah, karena adanya program pemerintah untuk petani jagung dan menjadikan Berau sebagai pusat pertanian jagung terbesar. Tidak terkendala musim panas, jumlahnya terus meningkat," tuturnya.

Adapun penghasil padi sawah dan padi ladang terbesar saat ini, yakni di Kecamatan Tabalar, Sambaliung, Gunung Tabur, Teluk Bayur, Segah dan Kelay. Sementara itu penghasil jagung terbesar, yakni di Kecamatan Talisayan dan Batu Putih.(Marta)