Lagi, Hama Monyet Kembali Dikeluhkan

 

BATU PUTIH – Hama monyet kembali menjadi momok bagi sebagian besar petani yang ada di Kampung Tembudan Kecamatan Batu Putih. Pasalnya, akhir-akhir ini hama tersebut cukup banyak menyerang sejumlah tanaman milik petani di wilayah kilometer 25 hingga kilometer 28.

Seperti yang dialami Ramli warga RT 01 Kampung Tembudan. Ia mengatakan, meskipun padi masih belum berbuah, namun puluhan monyet sudah mulai menyerang tanaman tersebut. Menurutnya, monyet tersebut memang sudah cukup lama mengganggu tanaman padi petani. Apalagi lokasi tempat petani bercocok tanam berada di sekitar hutan belantara.

“Kalau monyet disekitar sini memang banyak. Biasanya monyet ini datang pada pagi hari, dan merusak padi,” ujarnya kepada beraunws.com, Minggu (25/12/2016).

BACA JUGA : Petani Keluhkan Hama Monyet

Akibat serangan monyet tersebut, dirinya pun terpaksa harus menunda pekerjaannya di salah satu perusahaan yang ada di Kecamatan Batu Putih, demi menjaga tanamannya dari serangan monyet. Meskipun lanjut dia, kerusakan akibat monyet tersebut tidak seperti hama babi, tetapi jika dibiarkan akan mengakibatkan kerusakan parah.

“Mau tidak mau harus ditunda, sebab kalau ditinggalkan padi ini jelas akan rusak,” terangnya.

Sementara itu petani lainnya, Ahmad, juga mengungakpkan senada. Sejauh ini, kata dia, salah satu yang menjadi kendala dalam bertani adalah hama monyet yang kerap menyerang padi. Bahkan diakuinya, tidak hanya padi, jagung pun kerap menjadi bulan-bulanan akibat serangan gerombolan monyet tersebut.

“Pasti sudah rusak. Karena meskipun padi masih belum berbuah, batang pohon padi itu dia belah dan umbutnya diambil untuk dimakan,” bebernya.

Sejauh ini lanjut dia, belum ada cara yang tepat untuk mencegah tanaman padi dari serangan monyet.

“Kita tidak tahu caranya. Satu-satunya cara kita bawakan senapan angin untuk mengusirnya,” pungkasnya.(Hendra Irawan)