Puluhan Kepala Kampung Minta Gubernur dan Bupati Desak Pabrik Semen Segera Masuk

 

TANJUNG REDEB – Sebagai bentuk pengharapan masyarakat terhadap masuknya pabrik semen yang rencananya akan dikelola oleh PT Semen Kalimantan Timur (SKT) dan PT Alam Bhana Lestari (ABL), di Kampung Teluk Sumbang, Kecamatan Biduk-Biduk, belasan Kepala Kampung yang berada di wilayah pesisir selatan Berau bersama belasan solidaritas kepala kampung lainnya, menandatangani surat dukungan meminta kepada Gubernur Kaltim, Awang Faroek Ishak, dan Bupati Berau, Muharram, untuk mendesak perusahaan tersebut agar segera masuk.

Surat tersebut disampaikan oleh Kepala Kampung Teluk Sumbang, Abdul Karim, yang didampingi Kepala Kampung Campur Sari, Rasim, saat berkunjung ke redaksi beraunews.com, Kamis (22/12/2016).

Dikatakan Abdul Karim, sekitar 27 Kepala Kampung dari berbagai Kampung mendukung penuh rencana pembangunan pabrik semen yang akan masuk di wilayah Biduk-Biduk. 27 Kepala Kampung itu terdiri dari 17 Kepala Kampung dari pesisir selatan Berau dan 10 Kepala Kampung dari solidaritas kepala kampung.

BACA JUGA : Kepala Kampung : Jika Perusahaan Serius dan Komitmen, Kami Juga Serius Mendukung

“Bersama ini kami seluruh Kepala Kampung Berau pesisir, khususnya Biduk-Biduk, menyatakan siap menerima kedatangan pabrik semen yang selama ini kami tunggu-tunggu. Kami sangat mengharapkan pabrik semen ini segera masuk wilayah kami, sehingga dapat membantu masyarakat dalam pembangunan khususnya bidang ekonomi,” ungkapnya.

Sebagai daerah wisata, ia juga yakin bahwa dengan kehadiran pabrik semen tersebut perkembangan wilayah yang setiap tahunnya mendapat kunjungan wisatawan hingga ribuan jiwa tersebut dapat dibangun lebih maju dan tertata rapi.

“Kami meminta kepada Gubernur dan Bupati untuk mendukung hal ini, sehingga pabrik semen dapat segera masuk dan kami yakin wilayah ini akan berkembang dengan lebih baik karena adanya pabrik semen tersebut,” ujarnya.

BACA JUGA : Gubernur Kaltim : Pabrik Semen Masih Dipertimbangkan, Sawit Tak Boleh Dihalangi

Ia juga mengatakan, kehadiran pabrik semen tersebut tidak akan merusak lingkungan seperti yang ditakutkan selama ini. Menurutnya, hal itu sudah pasti akan dikaji dan diberi solusi untuk mengatasinya.

“Jangan melihat dari segi polusi maupun kerusakan alam. Semua itu sudah kami pikirkan. Namanya pembangunan pasti ada sedikit yang dirugikan dan banyak menguntungkan untuk masyarakat, lingkungannhya dan semua itu bisa diatur sebagaimana mestinya. Sekali lagi kami mohon dukungan kepada Gubernur dan Bupati untuk mendesak pabrik semen tersebut segera masuk,” tandasnya.

BACA JUGA : Bupati Tegaskan Tak Mendukung atau Menolak Industri Sawit dan Semen

Adapun beberapa kampung yang ikut menandatangi surat pernyataan dukungan tersebut antara lain Kampung Teluk Sumbang, Teluk Sulaiman, Giring-Giring, Birang, Samburakat, Sumber Agung, Dumaring, Campur Sari, Sumber Mulya, Suaran, Eka Sapta, Biatan Ilir, Biatan Ulu, Bapinang, Karangan, Pantai Harapan, Biduk-Biduk, Ampen Medang, Bena Baru, Pegat Bukur, Pandan Sari, Kasai, Tanjung Batu, Tanjung Prepat, Labanan Makarti, Tabalar Muara dan Suka Murya.(Marta)