Peluang Usaha Melimpah, Pengusaha Diminta Buka Mata

 

TANJUNG REDEB – Kondisi perekonomian yang lagi lesu, ditambah lagi defisit anggaran yang tengah melanda, membuat Asisten II Setda Berau, Samsul Abidin, ‘menantang’ Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Berau untuk dapat membenahi industri sektor hilir.

Sebab menurutnya, salah satu faktor terkendalanya perputaran roda ekonomi berada di sektor perekonomian hilir yang selama ini belum dimanfaatkan peluangnya secara maksimal oleh para pengusaha lokal.

Hal itu, ia amati saat dirinya berkunjung ke Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), dimana dirinya menemukan banyak produk berupa terasi yang berasal dari Kecamatan Batu Putih, Berau, dikemas dengan menggunakan label atau nama daerah Lombok sendiri.

Hal yang sama juga ia temukan ketika berkunjung ke Sidoarjo, Jawa Timur. Pengusaha luar yang membawa kebutuhan pakaian untuk diperjualbelikan di Berau, kembali ke daerah asal mereka dengan membawa berbagai jenis produk siap olah, seperti pisang kepok dan ikan jambal, yang harga jualnya di Berau sangat rendah.

"Saya kaget. Loh, ini terasi produk dari Berau. Yang mengolah orang lokal Berau, dikirim ke Lombok malah dijadikan produk khas Lombok itu sendiri. Dikemas dan dilabeli dengan rapi. Nah, ikan jambal, kalau di Berau ini harganya sangat rendah, sekitar Rp10 ribu. Tapi para pengusaha luar membeli dalam jumlah banyak di Berau, kemudian mereka olah menjadi makanan dengan bernilai jual tinggi di luar daerah, bahkan setahu saya di Madura sana bisa mencapai Rp30 ribu per kilonya," ujarnya saat memberikan sambutan dalam pembukaan Musyawarah Kabupaten (Mukab) ke-VI Kadin, Sabtu (17/12/2016).

BACA JUGA : Pemkab Berau Minta Kadin Ciptakan Peluang Usaha Baru

Melihat keadaan demikian, menimbulkan tanya yang mendalam baginya. Banyaknya pengusaha di Berau, namun sangat jarang yang melihat peluang usaha tersebut untuk dikembangkan. Padahal, keberagaman sumber daya alam yang menjadi bahan baku pangan dan olahan lainnya cukup mudah ditemukan di Berau.

"Saya menjadi heran, mengapa justru pengusaha luar yang memanfaatkan potensi yang ada di Berau? Tidak ada pengusaha Berau yang mau melirik potensi yang kita miliki. Ini yang kemudian menjadi tantangan bagi Kadin, sebagai mitra bagi pemerintah. Bagaimana kemudian Kadin dapat melihat peluang-peluang ini, dan memberikan pembinaan kepada pengusaha-pengusaha kecil untuk memanfaatkannya sebaik mungkin," katanya.

Selain memberikan nilai ekonomi yang tinggi, keberadaan pengusaha kecil yang mampu melihat peluang dan mengembangkannya di daerah sendiri dapat menjadi faktor perputaran roda ekonomi semakin kuat dikalangan masyarakat Berau.

"Saatnya pengusaha bergandengan tangan bersama mitra-mitra lainnya untuk melihat dengan jelas peluang usaha yang bisa dikembangkan di daerah sendiri," tandasnya.(Marta)