Harga Beli Jagung Murah, Kepala Kampung Suka Murya Curhat ke Gubernur

 

TALISAYAN – Gubernur Kaltim, Awang Faroek Ishak dalam kunjungan kerjanya ke wilayah pesisir selatan Berau menyempatan diri menghadiri kegiatan penanaman jagung di Kampung Suka Murya Kecamatan Talisayan. Namun acara penanaman jagung yang dihadiri Gubernur itu diwarnai aksi curhat yang disampaikan Kepala Kampung Suka Murya, Ferdi.

Dalam sambutannya dihadapan Gubernur, Ferdi mengaku kecewa dengan pihak ketiga yang selama ini menjadi mitra petani dalam mendistribusikan hasil panen jagung mereka. Kekecewaan itu lantaran harga beli jagung dari pengepul ke petani dinilai sangat jauh di bawah standar dan sangat merugikan para petani, yakni hanya Rp2.500 perkilogramnya.

BACA JUGA : Pemasaran Dan Fasilitas Kendala Sektor Pertanian

“Pak Gubernur, mumpung bapak disini, saya ingin sampikan kalau kami saat ini sudah tidak menjalin kerja sama dengan perusahaan yang saat itu di tunjuk untuk menjadi mitra kami mendistribusikan hasil pertanian. Keputusan itu terpaksa kami ambil karena warga kami mengeluhkan rendahnya harga beli jagung yang hanya Rp2.500 per kilo. Nilai itu belum mencukupi biaya operasional kami,” bebernya.

Selain menyuarakan rendahnya harga beli jagung, warga Kampung Suka Murya melalui kepala kampung, meminta Pemprov Kaltim dan Pemkab Berau kembali menyediakan pihak ketiga yang mampu membawa kehidupan yang lebih baik bagi masyarakat.

“Sekarang kita tidak tahu mau jual kemana hasil pertanian kita kalau panen. Jadi kita minta agar Pemprov dan Pemkab bisa menyediakan pembeli hasil pertanian kami atau mampu mendorong perusahaan yang ada untuk menaikan harga beli lebih dari Rp2.500,” harapnya.

BACA JUGA : HPP Rendah, Petani Enggan Jual Hasil Panen Ke Bulog

Sementara itu, dalam sambutannya Awang Faroek Ishak mengucapkan terima kasih kepada masyarakat dan Pemkab Berau yang selama ini telah berhasil menjadikan Berau sebagai kabupaten penyumbang hasil pertanian terbesar di Kaltim. Prestasi ini tentunya sangat baik dan sangat perlu ditingkatkan demi menjaga ketahanan pangan.

Sesuai dengan hasil analisa pertanian, Kabupaten Berau merupakan kawasan yang sangat cocok untuk dijadikan lumbung pertanian jagung. Hal itu terbukti dengan jumlah lahan perkebunan jagung yang terus meningkat.

BACA JUGAHarga Rendah, Tak Semua Kelompok Tani Jalin Kerja Sama Dengan PT BUS

“Soal harga yang rendah itu, nanti saya akan coba koordinasikan dengan Pemkab dan Dinas Pertanian, bagaimanan caranya agar harga beli bisa baik. Dengan begitu petani akan makmur dan lahan pertanian jagung bisa terus meningkat,” tandasnya.(M.S. Zuhrie)