Warung “Angkringan” Marak Di Berau

 

TANJUNG REDEB – Keberadaan warung "angkringan" atau warung lesehan kian marak di Kecamatan Tanjung Redeb. Padahal, angkringan selama ini dikenal sebagai wisata khas di Kota "Gudeg" Yogyakarta. Jenis kuliner khas yang dapat dinikmati di beberapa angkringan yang ada, antara lain tahu dan tempe bacem yang dipadukan dengan berbagai jenis sambal sesuai selera pelanggan.

Salah seorang pengunjung angkringan, Marcell (29) mengaku sangat gemar menghabiskan waktu luangnya di angkirngan, baik bersama keluarga maupun rekan-rekan kerjanya.

“Selain enak makanannya, tempatnya juga nyaman untuk bersantai. Bukan cuma di Yogja saja kita bisa merasakan serunya angkringan, sekarang di Berau juga sudah mulai ramai angkringan,” ungkapnya kepada beraunews.com, Sabtu (19/11/2016).

Marcell mengaku menikmati berbagai sajian makanan, yang sebagian besar merupakan hidangan jajanan atau kue ringan. Selain itu, tentu juga ditemani berbagai menu minuman seperti jus, teh hangat dan lainnya, sembari berselancar di dunia maya dengan memanfaatkan fasilitas wifi gratis yang disediakan pemilik angkringan.

“Biasa sih setiap malam minggu ke angkringan ini, sama teman-teman. Biasanya nongkrong disini sampai berjam-jam, sampai bosan internetan, karena difasilitasi wifi juga,” ujarnya.

Sementara itu, salah satu pemilik angkringan, Eko Febrianto (24) menjelaskan, angkringan miliknya memiliki konsep yang santai, dimana pembeli dapat mengambil sendiri berbagai jenis makanan ringan dan berat yang sudah dibungkus, sembari memesan minuman yang disukai pada penjaga warung.

Eko menambahkan, menu yang bersedia diangkringan miliknya, untuk makanan yakni tahu, tempe, dan berbagai makanan ringan yang ditusuk menggunakan tusuk sate, lalu dimasak dengan bumbu manis. Harga makanan dan minuman yang tersedia bervariasi antara Rp2 ribu-Rp5 ribu, sedangkan untuk minuman antara Rp5 ribu-Rp8 ribu.

“Yang tambahan itu kayak sosis bakar, otak-otak, tahu pentol. Kalau yang memang khas dari Yogya, itu seperti tahu bacem, tempe bacem dan tusukan bacem,” tambahnya seraya mengatakan “bacem” berarti dimasak manis.

Seperti diketahui, wisata kuliner berkembang di Kota Sanggam ini karena Berau merupakan kabupaten industri dan jasa. Dimana, banyak dihuni oleh kaum pekerja perusahaan maupun perkantoran. Mereka tidak mau repot dan lebih praktis membeli makanan jadi.(Andi Sawega)