Waduh, Rencana Investasi 1.000 Keramba Gagal

 

TANJUNG REDEB – Rencana pembangunan 1.000 keramba di Kecamatan Batu Putih tampaknya batal dilakukan. Hingga kini investor yang ingin mengembangkan budidaya perikanan laut di wilayah Pesisir Selatan itu belum memberikan respon terkait pembangunan seribu keramba itu.

Sekretaris Dinas Kalautan dan Perikanan (DKP) Berau, Sujadi menjelaskan, seharusnya peletakan batu pertama pembangunan ini dilakukan tahun 2015 lalu. Namun, hingga kini tidak ada kabar sama sekali dari investor tersebut. Pihaknya pun sempat optimis jika pembangunan seribu keramba ini bisa direalisasikan sesuai dengan rencana awal.

“Mereka itu masih dalam tahap survei belum sempat mengurus Amdal (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan). Sampai sekarang tidak ada respon dari mereka, sepertinya ‘sinyal’ itu redup kembali,” ungkapnya kepada beraunews.com, Selasa (1/11/2016).

Disingung mengenai alasan investor tidak jadi menanamkan modalnya di Batu Putih, Sujadi menegaskan, hingga kini pihaknya belum mengetahui secara pasti. Tapi dari hasil evaluasi di lapangan, luasan yang dinilai tidak mencukupi untuk membangun bak-bak penampungan menjadi alasan tidak dibangunnya 1.000 keramba itu. Padahal, pihak investor telah mengatongi izin lokasi sejak tahun 2014 lalu.

“Kita bersama mereka telah melakukan survei lokasi sebanyak tiga kali. Namun mereka beberapa kali juga sempat melihat lokasi baru yang letaknya cukup jauh dari tempat awal. Saya rasa karena lokasi awal tidak sesuai dengan perkiraan mereka, sehingga mereka mencari lokasi lain, kemungkinan itu alasan mereka hingga tidak jadi membangun keramba ini,” bebernya.

Tidak jadinya rencana pembangunan seribu keramba ini membuat pemerintah harus mencari investor lainnya dalam upaya pengembangan perikanan laut di daerah pesisir. Mengingat potensi yang masih besar bakal memacu pertumbuhan pembangunan. Tidak hanya budidaya perikanan laut, pemerintah pun berupaya dalam pengembangan industri pengolahan perikanan.

“Kita terus berupaya untuk menggaet investor di sektor perikanan ini. Seperti yang sudah masuk di Kampung Limunjang PT Ocean Paradise Fishery dengan luas 50 x 100 meter persegi dan beroperasi sejak September 2015 lalu. Sampai sekarang, mereka sudah dua kali loading dengan masing-masing produksi mencapai 10 ton,” pungkasnya.(M.S. Zuhrie)