Lada Tak Sepedas Dulu

 

BATU PUTIH – Akhir-akhir ini, harga lada semakin menurun. Hal itu diungkapkan oleh sejumlah petani lada yang ada di Kampung Tembudan, Kecamatan Batu Putih.

Seperti yang dikatakan Mizwar, saat ini harga lada merosot tajam. Bahkan dikatakannya, harganya sampai di bawah Rp100 ribu per kilogram. kondisi tersebut lanjut dia, cukup dikeluhkan, lantaran harga tersebut jauh dari ekspektasi masyarakat.

“Ia, makin lama makin menurun harganya. Biasanya itu paling murah Rp105 ribu per kilo. Kini malah lebih parah. Kemarin Kamis (27/10/2016), ada tengkulak datang ingin beli Rp95 ribu perkilonya. Alasannya harga merica (lada/sahang) sudah turun,” ungkapnya kepada beraunews.com, Sabtu (29/10/2016).

BACA JUGA : Harga Rendah, Petani Enggan Jual Lada

Menurutnya, tidak hanya dirinya saja yang ditawari tengkulak dengan harga rendah. Sejumlah petani lada lainnya, juga ditawari dengan harga yang sama.

“Kalaupun lebih tinggi, itu hanya Rp100 atau Rp105 ribu saja. Kita juga tidak ingin menjual dengan harga begitu, karena itu merugikan. Biarlah disimpan dulu ladanya, nanti dijual kalau harga sudah stabil,” terangnya.

Sementara itu, Arif, salah seorang warga lainnya juga mengatakan hal senada. Menurutnya, rendahnya harga lada, kerap terjadi. Apalagi, sejak masa panen harga tersebut memang sudah turun dibanding tahun sebelumnya. Tidak itu saja, ia juga menilai harga lada yang ada di Kampung Tembudan, jauh berbeda dengan dengan harga di wilayah lain.

“Kalau di tempat lain saya dapat kabar seperti Samarinda, Gunung Tabur, dan Biatan tidak sampai di bawah Rp100 ribu per kilonya. Jika kondisi harga tetap seperti ini, sudah pasti banyak petani merica jadi kurang bersemangat,” jelasnya.(Hendra Irawan)