Belum Ditetapkan, UMK 2016 Dirapel Perusahaan

TANJUNG REDEB – Memasuki semester kedua tahun 2016, Upah Minimum Kabupaten (UMK) Berau 2016, belum ditetapkan. Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Berau, HM Syarkawi HAB, menyebutkan, usulan sudah dimasukan ke Bagian Hukum.

Namun implikasi tertundanya penetapan UMK ini tidak terlalu dirisaukan, sebab setelah ditetapkan akan tetap dibayarkan perusahaan. Memang penetapan UMK agak terlambat karena proses yang memang tidak mudah.

”Kita pertama lakukan verifikasi ke perusahaan-perusahaan, satu persatu kita datangi. Waktu verifikasi itu sendiri sudah memakan waktu 2 bulan lebih,” ujarnya.

Belum lagi pembahasan yang dilakukan dengan Dewan Pengupahan. Namun, jika usulan yang sudah disampaikan ke Bagian Hukum Pemkab Berau hingga terbit Surat Keputusan (SK) yang ditandatangani bupati, maka bisa segera dilakukan rapat bersama.

Dijelaskannya, keterlambatan ini memang cukup dirasakan karyawan. Pasalnya, peningkatan jumlah gaji yang seharusnya sudah diterima sejak awal tahun, hingga kini tentunya belum diperoleh. Bagi karyawan, ini tentu menjadi kerugian, lantaran perusahaan masih memberikan gaji dengan nominal sesuai UMK 2015, yakni sebesar Rp2.381.300. Sedangkan untuk UMK tahun 2016 sebesar Rp2.540.000.

Untuk penetapan UMK tahun 2016, ini memang ada banyak kendala mulai keterlambatan karena Dewan Pengupahan yang baru dibentuk lagi, kemudian harus menunggu pelantikan Bupati. 

“Setelah terbit SK, kita bahas tidak akan lama, sebentar saja itu, kemudian bisa diterapkan, dan kewajiban perusahan untuk membayarkan gaji sesuai UMK yang ditetapkan (dirapel-red),” tutupnya seraya mengatakan dengan waktu normal melihat proses yang ada, dipastikan minggu depan meski belum dipastikan tanggalnya, SK dimaksud sudah terbit.(ea)