Defisit Anggaran, Kado Pahit HUT Ke-51 Bank Kaltim

 

TANJUNG REDEB – Tak bisa dihindari, defisit anggaran yang dialami pemerintah turut mempengaruhi sektor perbankan di tanah air, termasuk di Kabupaten Berau. Hal ini khususnya sangat berdampak kepada Bankaltim-Kaltara Cabang Berau.

Hal itu diungkapkan Wakil Bupati Berau, Agus Tantomo usai menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-51 Bankaltim-Kaltara di Kantor Bankaltim-Kaltara Cabang Berau, Jalan Pemuda, Jumat (14/10/2016) lalu. Sebelumnya, Wabup yang mengunjungi kantor cabang BUMD di Berau itu, langsung disambut Kepala Kantor Bankaltim-Kaltara Cabang Berau, Oska Yoris.

“Saya tanyakan itu. Pengaruh defisit anggaran sudah mulai terasa tidak ke kita, ya dia mengatakan sangat terasa,” ujar Wabup kepada beraunews.com.

Dampak defisit anggaran sangat terasa ke Bankaltim, dinilai Wabup, sebab APBD Kabupaten Berau yang mencapai triliunan rupiah selama ini selalu disalurkan melalui BUMD bidang perbankan tersebut. Namun, dampak dari defisit, dikatakan Wabup, akan betul-betul terasa dan diketahui pada awal tahun anggaran 2017 mendatang.

“Kira-kira bank lain bagaimana, ya katanya sih tidak langsung terasanya itu,” kata Wabup.

Untuk itu, Wabup berencana akan melakukan rapat bersama perwakilan sektor perbankan di Kabupaten Berau pada awal Januari mendatang. Rapat itu digelar untuk mengukur dan mengetahui pergerakan perekenomian di Kabupaten Berau setelah terjadinya defisit anggaran.

“Katanya sih BI (Bank Indonesia-red) sudah melakukan pengukuran. Tapi saya lihat BI itukan hanya global Kalimantan Timur, sedangkan masalah daerah kan beda-beda,” beber Wabup.

Apakah kondisi ini juga akan berpengaruh pada deviden yang diberikan Bankaltim atas saham Pemkab Berau yang mencapai Rp300 miliar, turut mengalami penurunan dari tahun sebelumnya. Dijelaskan Wabup, hal ini tidak ada masuk dalam pembahasan singkat dirinya bersama Kepala Kantor Bankaltim-Kaltara Cabang Berau.

“Tidak ada kita bahas itu,” jawab singkat Wabup.

 

Sementara itu, Kepala Kantor Bankaltim-Kaltara Cabang Berau, Oska Yoris menjelaskan, saham yang disertakan Pemkab Berau di Bankaltim akan menjadi pendapatan daerah dalam bentuk deviden. Dimana, besaran deviden itu sangat bergantung dengan hasil usaha BUMD tersebut.

Tentunya kondisi pergerakan perekonomian di Kabupaten Berau sangat mempengaruhi besaran deviden itu. Namun, Bankaltim juga memiliki sumber pendapatan usaha dari berbagai sektor usaha. Komposisi besaran deviden yang akan diberikan ke pemegang saham juga akan dibahas dan diatur dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

“Jadi kalau untuk menentukan nilainya kira-kira berapa atau akan naik atau tidak, kita lihat kondisi ekonomi tahun ini bagaimana, nanti dari sana bisa kita lihat. Dari laba perusahaan, nanti berapa yang dikontribusi untuk ke deviden, berapa untuk pengembangan, berapa untuk apa, itu ada komposisinya,” jelasnya.

Dengan kondisi tidak adanya paket lelang pemerintahan, diakui Oska, juga berdampak pada pendapatan BUMD itu. Namun, pembayaran untuk proyek pembangunan tetap akan ada selama triwulan IV ini. Selain itu, pemerintah daerah juga memiliki pengeluaran rutin seperti pembayaran gaji pegawai dan lainnya.

“Yang jelas pemerintah daerah pengeluaran rutin pasti ada. Cuma pembayaran proyek-proyek pemerintah dan apa segala macam, itu paling yang akan berkurang jumlahnya,” ujarnya.

Terkait sektor pendapatan yang dapat dimaksimalkan BUMD itu guna tetap memberikan laba pada perusahaan, dikatakan Oska, Bankaltim masih memiliki segmen kredit UMKM, kredit perkebunan kelapa sawit, kredit pabrik es dan pendapatan dari operasional perbankan lainnya. Seperti, biaya administrasi ketika nasabah menabung, membuat bank garansi, dukungan bank maupun referensi bank serta dari biaya penggunaan safery deposito box bagi nasabah yang ingin menyimpan surat berharganya.

“Artinya pendapatan bank itu tidak hanya dari sektor konstruksi saja, tapi kalau ditanya pengaruhnya, pasti ada,” pungkasnya.(Andi Sawega)