Berani Komersilkan Petak Pasar, Hak Dagang Dicabut

TANJUNG REDEB – Pasar subuh yang ada di Pasar Sanggam Adji Dilayas (SAD) saat ini diperuntukkan bagi para petani yang akan menjual hasil kebunnya. Jam operasional pun dibatasi pemerintah, yakni mulai pukul 02.00 Wita hingga pukul 06.00 Wita.

Namun, dari ratusan pedagang pasar subuh yang ada saat ini. Tak sedikit diantara mereka yang sudah memiliki lapak atau petak di dalam pasar basah. Beberapa pedagang juga diyakini ada yang berjualan di dua tempat, baik di pasar subuh maupun di pasar basah. Tindakan para pedagang ini jelas melanggar ketentuan yang ada.

Kepala Bidang Pengelola Pasar Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Berau, Yusriansyah mengungkapkan ada sekitar 70 pedagang pasar subuh yang diketahui memiliki petak di dalam pasar basah. Bahkan, mereka lebih memilih berjualan di pasar subuh.

"Ada sekitar 70-an pedagang di pasar subuh itu yang sebetulnya memiliki lapak atau petak untuk berjualan sayuran di dalam. Tapi mereka ada yang berjualan di luar pada saat pasar subuh mulai beraktivitas. Seharusnya itu tidak boleh, karena pasar subuh hanya untuk petani. Namun para pedagang pasar itu kadang subuh berjualan di pasar subuh saat selesai mereka berjualan ke dalam. Dan bahkan ada juga petak mereka yang tak digunakan," ungkapnya.

Yusri meminta agar para pedagang yang sudah memiliki petak di dalam pasar basah bisa berjualan sesuai status mereka sebagai anggota pasar. Selain itu, pihaknya meminta agar para pedagang tidak menyewakan atau menjual belikan petak mereka.

"Kalau ketahuan ada yang menyewakan atau menjual petak yang ada di dalam, maka kita ambil hal perdagangan mereka. Jadi, kami harap kalau memang mereka tak menggunakan lapaknya, maka serahkan kepada pengelola pasar," tambahnya.

Yusri juga sebelumnya kerap memberikan imbauan kepada para pedagang guna melaksanakan apa yang menjadi kebijakan pemerintah daerah. Hal itu demi penataan dan kesetaraan pada pedagang.

"Keputusan atau kebijakan terkait segala hal yang berkaitan dengan pasar ini kan masih bersifat sementara, kita lihat nanti di pertengahan jalan, kalau memang tidak baik untuk pedagang, pasti akan ada evaluasi," pungkasnya.(dws)