Tolak Pengalihan Parkir, Pedagang Bongkar Portal

TELUK BAYUR – Tak terima dengan kebijakan yang mengharuskan pengunjung parkir di area depan Pasar Sanggam Adji Dilayas (SAD), para pedagang pasar basah  membongkar paksa portal dan pos penjagaan sementara yang dipasang pada jalur masuk, Selasa (7/6/2016) sekitar pukul 09.00 Wita.

Akibat aksi tersebut, sempat terjadi sedikit insiden, dimana petugas keamananan (satpam-red) pasar SAD terkena dorongan keras dan tepisan tangan pedagang. Insiden itu, memicu pihak pasar segera menghubungi aparat kepolisian guna membantu pengamanan.

Salah seorang pedagang, Side mengatakan, aksi yang dilakukan rekan-rekan pedagang merupakan aksi penolakan atas kebijakan yang diberlakukan untuk parkir. Pasalnya, dengan pengalihan lahan parkir ke area depan pasar SAD membuat penjualan turun drastis. Sebab, tak sedikit konsumen yang akan berbelanja ke pasar basah, malas berjalan kaki dari area parkir sekarang dengan pasar basah yang jaraknya kurang lebih 200 meter.

"Walau waktu parkirnya diatur dari jam 06.00 Wita sampai jam 12.00 Wita, kami minta  tempat parkir jangan ditutup. Kasihan konsumen kita harus parkir jauh-jauh dan mengangkat barang dengan beban yang tidak ringan dengan jarak yang jauh," ungkapnya kepada beraunews.com

Dikatakannya, memasuki bulan suci Ramadhan, otomatis banyak konsumen yang bakal memilih belanja di luar dari pada di pasar. Dengan begitu, jelas akan berdampak pada hasil penjualan.

"Hampir 1 minggu ini sudah terasa sekali dampak dari pengalihan area parkir ini. Seperti halnya hasil penjualan para pedagang bisa turun sampai 50 persen setiap harinya," tambahnya.

Terpisah, Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pasar SAD, Salehuddin menyayangkan apa yang dilakukan para pedagang pasar basah tersebut. Selain pembongkaran, para pedagang sempat bentrok dengan petugas keamanan pasar dan sempat terjadi kekerasan fisik.

"Saya sayangkan apa yang dilakukan mereka itu. Kebijakan ini kan baru saja dimulai, kalau memang tidak efektif, pasti akan ada pembahasan lagi nantinya. Selain itu, tindakannya yang terjadi juga membuat kita harus meminta pertolongan aparat kepolisian karena sempat terjadi kekerasan fisik, walau mungkin hanya ketidaksengajaan saat mereka melakukan aksinya," ujarnya.

Saleh menambahkan, sesuai arahan Mansyah Kelana selaku Kepada Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Berau, maka akan dilakukan mediasi antara petugas dengan pedagang yang bentrok, agar masalah ini bisa diselesaikan secara kekeluargaan. Selain itu, terkait tuntutan para pedagang akan segera disampaikan kepada Bupati.

"Tadi Kepala Dinas (Mansyah Kelana-red) minta untuk dimediasi saja. Selanjutnya Kepala Dinas serta Kabid Pengelola Pasar (Yusriansyah-red) langsung menghadap ke Bupati untuk membahas tuntutan para pedagang ini," pungkasnya.(dws)