Jika Pembayaran Pesangon Ditunda Lagi, Pekerja Ancam Demo PT TBP

 

TALISAYAN – Pembayaran pesangon yang diminta ratusan Pekerja Harian Lepas (PHL) PT Tanjung Buyu Perkasa (TBP) Plantation, dipastikan tak teralisasi tepat waktu. Pasalnya, berdasarkan surat perjanjian bersama yang disepakati manajemen PT TBP dengan pekerja di Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Berau beberapa waktu lalu, jatuh tempo yang disepakati pada 20 September kemarin.

“Seharusnya pembayaran dilakukan kemarin. Tapi, berhubung PT TBP meminta tambahan waktu jadi kita berikan sesuai kesepakatan,” ungkap Ketua DPC SBSI 92 Berau, Muhidin Dosi kepada beraunews.com, Rabu (21/9/2016).

Ia menjelaskan, waktu tambahan tersebut disampaikan PT TBP dalam pertemuan yang dilakukan di kantor mereka. Saat itu, manajemen perusahaan berasalan, penundaan pembayaran terjadi karena uang untuk peasangon baru dilakukan pengiriman dari manajemen pusat. Selain itu, dalam pertemuan itu juga disepakati, jika pembayaran akan dilakukan pada 23 September mendatang.

“Tadi pak Hendro selaku HRD PT TBP yang sampaikan, karena uang untuk pesangon baru dikirim hari ini. Karena sekarang dia ada di Jakarta,” bebernya.

BACA JUGA : Disnaker : Jika Data Lengkap Perusahaan Siap Bayar

Kendati keduanya telah mengatakan sepakat jika pembayaran akan dilakukan pada 23 September mendatang, namun pihaknya tak lantas percaya begitu saja. Ia pun meminta, pihak buruh dan PT TBP untuk membuat berita acara terkait perjanjian pembayaran pesangon yang disaksikan aparat Polsek Talisayan.

Sementara ditegaskannya, jika PT TBP tidak menepati janji sesuai berita acara tersebut, pihaknya akan melakukan tindakan unjuk rasa akhir September nanti. Tidak itu saja, pihaknya juga akan memasang portal di jalur-jalur produksi milik perusahaan.

“Ini bukan sekedar ancaman, tapi ini akan kami buktikan jika tanggal 23 nanti PT TBP tidak menepati janji sesuai dengan berita acara. Dan ini sudah kami persiapkan bahkan sampaikan pada Kapolsek Talisayan,” pungkasnya.

Sementara itu, HRD PT TBP Hendro melalui sambungan seluler membenarkan penundaan tersebut. Ia mengatakan, keterlambatan itu lantaran terkendala dengan masalah administrasi.

"Memang kita skedule kan hari ini, namun dalam prosesnya ada sedikit masalah non teknis adminsitrasi. Ada keterlambatan 2-3 hari ke depan. Rencana akan diselesaikan pada hari Jum’at 23 September. Pembayarannya kita usahakan dilakukan bersamaan sesuai jumlah orang yang telah disepakati," ujarnya melalui pesan singkat.(Hendra Irawan)