Berau Kembangkan Pertanian, Perkebunan Dan Perikanan

TANJUNG REDEB – Bupati Berau, Muharram berkomitmen ciptakan lapangan pekerjaan bagi mahasiswa yang akan menyelesaikan pendidikan di bangku perkuliahan. Hal itu diungkapkannya melalui sambutan di depan para mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIPER), saat memperingati hari lingkungan sedunia, Minggu (5/6/2016).

Semakin tingginya persaingan dalam dunia kerja serta semakin minimnya lapangan pekerjaan ditambah banyaknya lulusan sarjana yang masih menganggur di Kabupaten Berau, menurut Bupati, pasti semakin mempersulit mendapatkan pekerjaan. Terlebih bagi para mahasiswa STIPER yang pada dasarnya mempelajari tata cara pertanian dan perkebunan sebagai basic mereka.

"Lulusan sarjana kita ini memang banyak, namun yang bekerja menjadi pegawai tidak banyak dan tidak mudah untuk mendapatkan posisi sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS), apalagi dari lulusan STIPER, saya rasa agak susah untuk ke ranah itu. Bagaimana tidak? Sebab basicnya adalah pertanian dan perkebunan," katanya.

Namun demikian, hal tersebut dikatakannya bukan merupakan hambatan bagi para mahasiswa pertanian maupun sarjana pertanian untuk dapat menciptakan lapangan pekerjaan sesuai bidang mereka.

"Memang kalau untuk pertanian mungkin banyak yang masih gengsi, padahal dia tidak tahu seberapa besar prospeknya dalam bidang itu. Kalau tidak ada lapangan pekerjaan, maka kita ciptakan sendiri lapangan pekerjaan itu. Termasuk dalam bidang pertanian. Dengan ilmu dan apa yang sudah didapatkan di bangku perkuliahan, setelah lulus nanti diharapkan dapat diterapkan dalam sebuah perencanaan kerja," jelasnya.

Menjadi seorang yang dapat dicontoh orang banyak, merupakan salah satu tugas mahasiswa dalam menciptakan perubahan. Untuk memberikan semangat dan motivasi kepada mahasiswa terkait permasalahan lapangan kerja, khususnya bagi mereka yang mengambil konsentrasi ilmu pertanian, perkebunan maupun perikanan, ke depan Bupati memiliki komitmen untuk mengembangkan sektor pertanian, perkebunan serta perikanan bekerja sama dengan sarjana-sarjana yang membidangi.

"Tidak menutup kemungkinan kita akan mengembangkan sektor-sektor terkait pertanian, perkebunan maupun perikanan agar anak-anak kita yang sedang menuntut ilmu pada bidang tersebut juga termotivasi dan optimis dengan nasib mereka saat sudah meninggalkan bangku perkuliahan," tandasnya.(mta)