H-3 Idul Adha, Penjualan Hewan Kurban Tetap Lesu

 

TANJUNG REDEB – H-3 jelang perayaan Hari Raya Idul Adha 1437 Hijriah, penjualan hewan kurban di Kabupaten Berau masih lesu. Pantauan beraunews.com di beberapa tempat penjual hewan kurban, hampir semuanya mengeluh sepi dan omzet mereka jauh menurun dari tahun-tahun sebelumnya. Hal ini terbukti dengan sepinya transaksi penjualan sapi dan kambing.

Sejumlah pedagang hewan kurban di Kecamatan Tanjung Redeb, mengaku kondisi ini jauh berbeda dengan tahun sebelumnya. Pada musim kurban tahun lalu, sebulan menjelang hari raya, tempat penjualan hewan kurban sudah ramai pembeli. Namun tahun ini, hingga kurang tiga hari, suasana beberapa tempat penjualan hewan kurban belum menunjukkan peningkatan pembeli.

Pedagang hewan kurban di Jalan AKB Sanipah II, Asriansa mengeluhkan kondisi tersebut. Namun, dirinya menyadari lesunya pembeli ini akibat perputaran ekonomi yang secara nasional juga menurun. Dampaknya, frekuensi pembeli setiap harinya pun menurun.

"Dua tahun ini sepi, ekonomi kan memang sepi juga. Dalam sehari yang beli tidak tentu, bisa dua hari tidak ada pembeli tapi kadang ada juga pembeli, satu sampai tiga ekor,” ujar warga Jalan Palinglima Batur ini.

Asriansa menjelaskan, dirinya menyediakan tiga jenis hewan korban dengan berat bervariasi yang didatangkan langsung dari luar Pulau Kalimantan. Yakni, sapi jenis limosin, jawa (donggala) dan sapi Bali. Harga kisaran Rp15 juta hingga Rp30 juta per ekor, tergantung jenis dan berat sapinya.

“Tidak banyak, hanya 55 ekor sapi yang kita didatangkan dari Gorontalo sama Kota Raya. Kalau Sapi Limosin ini sekitar Rp30 juta, kalau Sapi Bali kisaran Rp15 juta-Rp16 juta,” jelasnya.

Keluhan senada disampaikan Sutomo, pedagang sapi di Jalan H. Isa II, Tanjung Redeb. Pedagang yang tinggal di Kecamatan Gunung Tabur ini juga mendatangkan sapi dari Mamuju, Sulawesi Barat sebanyak 55 ekor. Namun, ia hanya menyediakan sapi jenis Bali yang memang banyak digemari warga Kabupaten Berau.

“Istilahnya ini datangnya kurang dibandingkan tahun sebelumnya, tapi penjualan masih ada. Ini Sapi Bali semua dengan kisaran harga terendah Rp13 juta dan tertinggi Rp19 juta. Kalau harga masih standar,” jelasnya.

 

Untuk kambing, dikatakan Sutomo, dirinya juga mendatangkan dari Sulawesi Tengah. Dengan kisaran harga antara Rp 3,3 juta hingga 4 juta. Harga tersebut dinilainya masih normal.

“Kalau kampung harganya standar juga. Kita datangkan dari Sulawesi Tengah. Kambing disini tinggal beberapa ekor saja karena tidak banyak didatangkan,”ujarnya.

Diketahui, selain untuk hewan kurban, kedua pedagang ini mengaku sejumlah sapi lainnya akan dipelihara untuk penggemukan. Merka mengaku apabila dagangannya tidak habis terjual, maka akan tetap dipotong dan diperjualbelikan di pasar.(Andi Sawega)