Pasar Menjanjikan, Kejayaan Kakao Dibangkitkan Kembali

 

BIATAN – Harga komunitas kakao (Theobroma cacao L.) yang kembali menguat dengan harga pasaran kisaran Rp28 ribu sampai Rp30 ribu per kilogram ditingkat pengepul, menjadi penyemangat baru bagi petani. Alhasil, kebun-kebun tua milik warga kembali dibudidayakan dan dikembangkan. Kakao sebenarnya pernah menjadi komunitas unggulan di wilayah Biatan khususnya Kampung Biatan Ilir.  

Kepala Kampung Biatan Ilir, Abdul Hafid mengungkapkan, komuditas kakao pernah mencapai puncak kejayaannya di kampung yang kini ia pimpin, lantaran pernah menjadi komuditas utama yang ditanam oleh hampir seluruh warga yang berprofesi sebagai petani.

“Dimasa kecil, saya ikut membantu orang tua berkebun dan hasilnya lah yang dipakai mencukupi kebutuhan keluarga dan membiayai pendidikan saya sekeluarga, begitu juga warga lainnya,” ujarnya kepada beraunews.com, Rabu (8/9/2016).

BACA JUGA : Petani Berau Punya Idola Menggiurkan

 

Dikatakannya, kondisi komuditas kakao saat ini dikampungnya sudah berganti dengan tanaman lainnya seperti lada dan sawit. Akibatnya, kebun-kebun kakao yang ada menjadi tak terurus.

“Sampai saat ini hanya tinggal 11 petani yang masih terus mempertahankan dan merawat kebun kakaonya,” jelasnya.

Dengan semakin banyaknya program pertanian yang masuk ke kampung, baik yang difasilitasi oleh Dinas Pertanian Tanaman Pangan (Dispertan) dan Dinas Perkebunan (Disbun) maupun program pendampingan pihak ketiga seperti LSM dan yayasan yang melakukan program pertanian, diharapkan Hafid, nantinya mampu mengembalikan kejayaan petani kakao khususnya di Kampung Biatan Ilir.(Ade S.CVB)