Dispertan : Kemitraan Dengan Perusahaan Sayang Dilewatkan, Ini Alasannya

TALISAYAN – Bukan rahasia lagi jika tiga kecamatan yang berada di wilayah pesisir selatan Berau, seperti Kecamatan Biatan, Talisayan dan Batu Putih merupakan salah satu wilayah memiliki potensi pertanian yang amat baik, khususnya di sektor tanaman jagung. Sehingga wajar jika banyak investor yang ingin berinvestasi di sektor itu.

Disampaikan Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan (Dispertan) Berau, Ilyas Natsir, amat disayangkan jika potensi tersebut tidak dikelola dengan baik. Terlebih kondisi tanah yang subur disertai luas lahan yang lebih dari cukup.

"Jika masyarakat petani serius ingin membuka lahan satu, dan lahan dua, paling sedikit 5.000 hektar lahan pertanian yang dapat digarap di tiga kecamatan itu," ungkapnya pada beraunews.com, Minggu (4/9/2016).

Ia mengatakan, ini merupakan potensi yang sayang sekali untuk dilewatkan. Dengan kondisi ini, wajar jika PT Berau Unggas Sejahtera (BUS) ingin bermitra dengan masyarakat petani. Bahkan, jika kemitraan berjalan baik, dan luasan perkebunan jagung semakin bertambah, maka dapat dipastikan pabrik pakan akan dibangun di wilayah Berau.

"Jika pabrik pakan sudah berdiri di Berau, maka saya yakin harga jagung akan naik. Saya kira kesempatan ini sayang sekali untuk dilewatkan," bebernya.

Sementara itu, Direktur Utama PT BUS, Heri Kumala, membenarkan apa yang disampaikan Ilyas Natsir. Ia menjelaskan, untuk sementara ini pihaknya masih menyuplai jagung untuk bahan baku pabrik pakan ke pulau Jawa, sehingga harga pembelian yang ditawarkan PT BUS masih Rp2.000 per kilogram. Namun itu dikatakannya, masih tahap awal, ke depan harga tersebut akan dinaikkan seiring berdirinya pabrik pakan.

"Saya perkirakan ini untuk satu hingga dua tahun ke depan lah. Kan kita ini bermitra untuk jangka panjang, saya juga memastikan harga pembelian jagung disini akan naik seiring dengan didirikannya pabrik pakan. Karena kita juga ingin membantu masyarakat," bebernya.

Dalam menunjukkan keseriuasan pihaknya, PT BUS akan membangun gudang penyimpanan tanaman jagung di wilayah Talisayan dalam waktu dekat. Hal itu dilakukan untuk mengatur ketersediaan jagung dalam melakukan pengiriman ke Pulau Jawa.

"Harus siap dulu, pembangunan gudang itu sangat penting untuk quality control sebelum dikirim," jelasnya.

Ketika ditanya, benarkah PT BUS bersedia menalangi kebutuhan petani seperti pupuk dalam pengembangan jagung dan pembayarannya dilakukan setelah panen. Heri juga membenarkan hal tersebut. Pihaknya akan membantu petani yang membutuhkan pupuk tersebut.

"Nanti akan dihitung berapa jumlah kebutuhannya dan pembayaran bisa diperhitungkan setelah panen. Tapi saya juga lihat kondisi struktur tanahnya bagus. Kalau terlalu banyak pupuk juga percuma, malah tidak bagus karena banyak bahan kimia. Tapi intinya kita siap bantu," tutupnya.(Hendra Irawan)