Antisipasi Lonjakan Ekonomi, PT Pelindo Siapkan Lapangan Penumpukan Sementara

TANJUNG REDEB – Semakin meningkatnya pergerakan ekonomi di Kabupaten Berau, termasuk impor barang dari berbagai daerah melalui pelabuhan, menjadi dasar utama bagi PT Pelindo IV membangun lapangan penumpungan sementara di Kampung Gurimbang, Kecamatan Sambaliung.

Dikatakan Captain Syarifuddin Hamma selaku General Manager PT Pelindo IV (Persero) Cabang Tanjung Redeb Berau, pembangunan lapangan penumpungan sementara itu dilakukan guna mengantisipasi lonjakan perkembangan ekonomi di Kabupaten Berau dalam beberapa tahun mendatang. Sehingga diharapkan melalui pembangunan tersebut mampu memberikan dampak positif terhadap pergerakan ekonomi.

"Kita rencananya akan membangun lapangan penumpukan sementara di Kampung Gurimbang, dengan dana internal dari pihak kami sendiri. Sampai saat ini sekitar 30 Milyar untuk pembangunan awalnya. Untuk jangka pendeknya, pembongkaran barang hanya menggunakan crane kapal, tetapi untuk jangka panjang kemungkinan kita akan menggunakan Container Crane (CC), jadi barang yang datang akan lebih mudah langsung diangkat dari kapal dengan menggunakan alat tersebut," terang Syarifuddin saat dihubungi beraunews.com, Sabtu (4/6/2016).

Dikatakannya, pada tahun 2009 hingga tahun 2016, pertambahan barang yang masuk ke Berau setiap bulannya meningkat 10 persen.

"Setiap tahun dari bulan ke bulan pertambahan barang yang masuk ke Berau semakin meningkat, pada tahun 2014 saja sekitar 17 ribu box yang masuk, sedangkan pada tahun 2015 sudah mencapai 21 ribu box, karena memang untuk harga sendiri bisa lebih bersaing dibandingkan menggunakan jasa-jasa kargo yang ada," sambungnya.

Saat ini diakuinya, perusahaan peti kemas yang bergabung dengan pihaknya hanya ada satu perusahaan, yakni PT Salam Pacific Indonesia Lines (PT SPIL) yang merupakan salah satu perusahaan terbesar di Indonesia bagian Timur dalam merintis pelabuhan-pelabuhan kecil, termasuk pelabuhan di Kabupaten Berau.

"Ya, memang saat ini baru PT SPIL yang berinvestasi terkait peti kemas di pelabuhan kita saat ini. Namun, terkait itu semua termasuk ongkos kirim barang sudah disurvei, artinya biaya tambah untuk transport itu sudah dievaluasi. Tetapi memang akan lebih bagus jika operator container yang ada itu lebih dari satu, maka keuntungannya harga barang akan semakin kompetitif, lalu biaya kirimnya dari Surabaya ke Balikpapan dan Balikpapan ke Berau akan lebih rendah karena adanya pesaing," bebernya.

Ia berharap agar pembangunan lapangan penumpukan yang rencananya akan dilaksanakan pada tahun ini dapat berjalan sesuai dengan harapan.

"Dengan adanya fasilitas lapangan penumpukan kemungkinan meningkatnya pergerakan ekonomi di daerah ini akan lebih baik, dan dapat lebih memudahkan semua pihak yang membutuhkan," tutupnya.(mta)